Para ulama berbeda pendapat tentang wajib tidaknya zakat terhadap perhiasan yang terbuat dari emas dan perak yang biasa dipakai oleh perempuan. Jika perhiasan emas dan perak itu sudah mencapai nishab dan haul, maka mayoritas ulama bersepakat akan kewajiban zakatnya, sebagaimana diterangkan di atas. Namun jika perhiasan emas dan perak itu tidak mencapai nishab, ada ulama yang tidak mewajibkan mengeluarkan zakatnya, namun ada pula yang mewajibkannya. Perbedaan pendapat itu terjadi di kalangan para shahabat, para tabi’in, serta para fuqoha pun berbeda pendapat. Namun dalam kondisi seperti itu, hendaklah kita melihat pendapat yang memiliki dalil yang kuat berdasarkan AlQuran atau AlHadits.

Sebuah hadits diriwayatkan oleh Abu Daud, dari ‘Amr bin Ash:

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ مَعَهَا اِبْنَةٌ لَهَا وَفِيْ يَدِ ابْنَتِهَا مَسْكَتَانِ غَلِيْظَتَانِ مِنْ ذَهَبٍ, فَقَالَ لَهَا: أَ تُعْطِيْنَ زَكَاةَ هَذَا؟ قَالَتْ:لاَ. قَالَ: أَيَسُرُّكِ أَنْ يُسَوِّرَكِ اللهُ بِهِمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ…؟

“Hadits dari Amr bin ‘Ash, bahwa seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW bersama anak perempuannya, dan di tangan anak perempuan itu terdapat dua buah gelang emas yang berat. Maka Rasulullah SAW berkata padanya: “Apakah telah ditunaikan zakat (benda) ini?  Perempuan itu menjawab: Tidak! Lalu Nabi bersabda: “Apakah kamu gembira jika Allah menggelangi kamu di hari kiamat dengan gelang neraka?” (H.R. Abu Dawud)

Sebuah hadits diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ad Daruquthni, disahihkan oleh Al-Hakim dan Adz Dzahaby, menurut Syarah Bukhari-Muslim dari Abdullah Ibnu Syidad Ibn Al-Had:

دَخَلْنَا عَلَى عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ فَقَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ ص فَرَأَى فِيْ يَدِي سِخَابًا مِنْ وَرِقٍ فَقَالَ: أَتُؤَدِّيْنَ زَكَاتَهُ؟ فَقُلْتُ: لاَ, أَوْ مَا شَاءَ اللهُ تَعَالَى. فَقَالَ: هُوَ حَسْبُكِ مِنَ النَّارِ

“Aku masuk ke rumah Aisyah Ummul mu’miniin Beliau berkata: Rasulullah masuk ke rumahku, beliau melihat di tangan ku ada cincin dari perak, beliau bersabda: Apakah engkau keluarkan zakatnya? Aku menjawab, tidak!, atau Maa Syaa Allah Ta’ala. Nabi SAW bersabda: Dia menjadi sebab engkau masuk neraka.” (H.R. Abu Daud dan Ad-Daruquthni)

Dari keterangan-keterangan di atas, nyatalah bahwa setiap perhiasan yang dimiliki oleh seseorang, wajib dikeluarkan zakatnya, berapapun beratnya. Jadi, setiap orang yang membeli perhiasan dari emas atau perak wajib mengeluarkan zakatnya 2,5% sebelum dipakai.

 

Contoh:

Seorang perempuan membeli perhiasan kalung emas seberat 5 gram seharga Rp 400.000,- . Maka setelah ia membeli dan sebelum dipakai, wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu: 2,5% x Rp 400.000 = Rp 10.000,-

 

 

Jadi, setiap orang yang memiliki emas dan perak wajib mengeluarkan zakatnya. Setiap pembelian emas dan perak, berapapun beratnya, wajib dikeluarkan zakatnya. Adapun selama emas dan perak itu dimiliki dan atau dijadikan sebagai simpanan/investasi, maka wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun (haul), jika telah mencapai nishab.

 

Sumber: Buku Petunjuk Zakat Praktis

 

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB