1. Zakat Ma’adin (Barang Galian)

Yang dimaksud Ma’adin (barang galian) yaitu segala yang dikeluarkan dari bumi yang berharga, seperti, timah, besi, emas, perak, dll. Adapula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ma’adin itu ialah segala sesuatu yang dikeluarkan (didapatkan) oleh seseorang dari laut atau darat (bumi), selain tumbuh-tumbuhan dan makhluk bernyawa.

Zakat Ma’adin dikeluarkan setiap mendapatkannya tanpa nishab, kadar zakatnya adalah 2,5%. Perhatikanlah dalil di bawah ini:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص أَخَذَ مِنَ الْمَعَادِنِ الْقَبَلِيَّةِ الصَّدَقَةَ

“Sesungguhnya Rasulullah saw. mengambil zakat dari barang tambang di Qobiliyah (nama suatu tempat)”. (H.R. Abu Dawud)

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص أَقْطَعَ بِلاَلَ بْنَ الْحَرْثِ الْمُزَنِّيْ مَعَادِنَ الْقَبَلِيَّةِ فَتِلْكَ الْمَعَادِنُ لاَ تُؤْخَذُ مِنْهَا إِلاَّ الزَّكَاةُ إِلَى الْيَوْمِ

“Bahwa Rasulullah saw. telah menyerahkan ma’aadin Qabaliyyah kepada Bilal bin Al-Harts Al-Muzanniy, ma’adin itu hingga kini tidak diambil darinya, melainkan zakat saja.” (H.R. Abu Dawud dan Malik)

Riwayat yang pertama menunjukan bahwa ma’adin itu ada zakatnya, dan riwayat yang kedua menyatakan bahwa dari ma’adin itu tidak diambil melainkan zakat saja. Dari kedua keterangan tersebut bisa dipahami bahwa zakat yang diambil dari ma’adin itu adalah zakat emas dan perak, yaitu 2,5%.

Pemahaman ini dikuatkan oleh satu riwayat dari Bukhari:

إِنَّ عُمَرَ عَبْدِ الْعَزِيْزِ أَخَذَ مِنَ الْمَعَادِنِ مِنْ كُلِّ مِائَتَيْنِ خَمْسَةً

“Sesungguhnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah mengambil zakat ma’adin sebanyak lima dari tiap-tiap dua ratus/2,5%.”

  1. Zakat Rikaz (Harta Temuan/Harta Karun),

Yang dimaksud Rikaz adalah harta (barang temuan) yang sering dikenal dengan istilah Harta Karun. Tidak ada nishab dan haul, besar zakatnya 20%

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيْ كَنْزٍ وَجَدَهُ رَجُلٌ فِيْ خِرْبَةٍ: إِنْ وَجَدْتَهُ فِيْ قَرْيَةٍ مَسْكُوْنَةٍ فَعَرِّفْهُ وَ إِنْ وَجَدْتَهُ فِيْ قَرْيَةٍ غَيْرَ مَسْكُوْنَةٍ فَفِيْهِ وَفِيْ الرِّكَازِ الْخُمُس (رواه ابن ماجة)

“Sesunguhnya Nabi saw. bersabda mengenai harta kanzun (simpanan lama) yag didapatkan seseorang di tempat yang tidak didiami orang: Jika engkau dapatkan harta itu di tempat yang didiami orang, hendaklah engkau beritahukan, dan jika engkau dapatkan harta itu di tempat yang tidak didiami orang, maka di situlah wajib Zakat, dan pada harta Rikaz, (zakatnya) 1/5”. (H.R. Ibnu Majah)

Maksud dari hadits di atas adalah barangsiapa yang mendapatkan dalam suatu penggalian harta simpanan orang bahari atau menemukannya di suatu desa yang tidak didiami orang, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 1/5 atau 20% (A.Hassan, Kumpulan Risalah).

Zakat  Rikaz dikeluarkan oleh penemunya sekali saja, ketika ia menemukan rikaz tersebut.

 

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

300-101   400-101   300-320   300-070   300-206   200-310   300-135   300-208   810-403   400-050   640-916   642-997   300-209   400-201   200-355   352-001   642-999   350-080   MB2-712   400-051   C2150-606   1Z0-434   1Z0-146   C2090-919   C9560-655   642-64   100-101   CQE   CSSLP   200-125   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-075   300-115   AWS-SYSOPS   640-692   640-911   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   000-089   000-105   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410  

1
Assalamualaikum Wr WB
Powered by