Kh. Aceng Zakaria
  1. Apa yang dimaksud dengan Lailatul Qadar?

 

Lailatul Qadar artinya malam yang agung. Lailatul Qadar itu ada dua:

 

  1. Lailatul Qadar dengan pengertian malam pertama turunnya al-Qur’an yaitu 5 ayat pertama dari surat al-‘Alaq yang diturunkan kepada Nabi Muhammad di malam hari bulan Ramadhan.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

(3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S. al-Qadar: 1-5)

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ…

 

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (Q.S. al-Baqarah: 185)

 

  1. Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, yaitu Lailatul Qadar yang terjadi setiap bulan Ramadhan. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda:

 

“Barangsiapa yang beribadah pada malam al- qadar atas dasar iman dan mengharap ridha Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan “lebih baik daripada seribu bulan”?

 

Ungkapan 1000 bulan bukan berarti 1000 bulan sama dengan 96 tahun lebih tetapi menunjukkan jumlah yang banyak.

 

Surat al-Qadar diturunkan di Makkah sebelum ada syariat shaum. Berarti yang dimaksud dengan Lailatul Qadar di sini bukanlah Lailatul Qadar yang ada di bulan Ramadhan.

 

Lailatul Qadar di sini adalah saat pertama turunnya al-Qur’an di malam hari di mana malam tersebut dinilai lebih bermakna daripada 1000 bulan di zaman jahiliyyah yang hidup semrawut tidak mengenal aturan, tidak tahu mana yang haq mana yang bathil, hidup penuh dengan kegelapan dan ke musyrikan.

 

Dalam hal ini al-Qasimi dalam tafsirnya menjelaskan sebagai berikut:

 

“Karena telah berlalu di kalangan mereka (zaman jahiliyyah) ribuan bulan di mana mereka hidup dalam kegelapan juga penuh kesesatan. Maka satu malam yang memancar padanya cahaya pe tunjuk dari al-Quran, tentu saja lebih baik dari pada ribuan bulan di zaman jahiliyyah.” (Lihat al-Qasimi, 17: 6220).

 

Dari penjelasan tersebut berarti maksud dari “satu malam lebih baik daripada 1000 bulan” itu bukan artinya lebih baik daripada ibadah 1000 bulan tetapi nilai malam turunnya al-Qur’an di mana manusia akan mulai disinari dengan cahaya al Qur’an yang akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, itu lebih baik dari pada seribu bulan di jaman jahiliyyah yang hidup penuh dengan kegelapan.

 

Untuk perbandingan sama halnya dengan ungkapan “Detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia itu lebih baik daripada 100 tahun hidup di jaman penjajahan.”

 

  1. Tanggal berapa atau malam apa tepatnya turun al-Qur’an?

 

Tidak ada dalil yang qath’i (pasti) yang menunjukkan tepat harinya turun al-Qur’an, tetapi sebahagian ulama berpendapat pada tanggal 17 Ramadhan berdasarkan surat al-Anfal ayat 41, yaitu:

 

إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

“…jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari ber temunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. al-Anfâl: 41)

 

Hari bertemu dua pasukan itu adalah hari perang Badar tepatnya tanggal 17 Ramadhan. Dalam ayat tersebut ada ungkapan “Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami.” Yang dimaksud dengan apa yang kami turunkan kepada hamba kami itu maksudnya al-Qur’an.

 

Begitulah tafsir mereka. Tetapi ayat ini juga kurang tepat untuk dijadikan dalil hari pertama turunnya al-Qur’an, karena al-Qur’an diturunkan di malam hari, sedangkan perang Badar terjadi di siang hari. Wallahualam.

 

  1. Kapan tepat waktunya Lailatul Qadar di bulan Ramadhan?

 

  1. Lailatul Qadar di bulan Ramadhan tidak ada ketentuan yang pasti dari Nabi SAW, kapan atau tanggal berapa terjadinya. Tetapi Nabi menga jurkan untuk mencarinya di sepuluh akhir Ramadhan.

 

  1. Hikmah dirahasiakan Lailatul Qadar, agar setiap muslim bersungguh-sungguh dalam beribadah pada setiap malam Ramadhan.

 

  1. Jaminan dari Lailatul Qadar di bulan Ramadhan ialah diampuni dosa-dosanya.

 

  1. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan terjadinya Lailatul Qadar, bahkan jumlahnya sampai 40 pendapat. Hal ini menunjukkan tidak adanya dalil yang Qath’i (pasti) dari Nabi SAW.

 

  1. Nabi SAW tidak jadi menjelaskan Lailatul Qadar karena ada dua orang sahabat di waktu itu yang sedang bertengkar.

 

  1. Menurut Syeikh Muhammad Syaltût: “Penjelasan tentang Lailatul Qadar sudah banyak bercampur takhayul.”

 

  1. Lailatul Qadar di bulan Ramadhan tidak lebih dari pada upaya peningkatan ibadah di akhir-akhir bulan Ramadhan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi SAW.

 

  1. Tidak ada shalat khusus atau ibadah tertentu pada malam Lailatul Qadar.

 

CATATAN:

 

  1. Syariat shaum diwajibkan di bulan Ramadhan. Sebelum ada syariat shaum nama bulan Ramadhan sudah ada yang artinya panas.

 

  1. Ayat al-Qur’an pertama kalinya diturunkan di bulan Ramadhan. Adapun ayat-ayat yang lainnya tidak semuanya diturunkan di bulan Ramadhan.

 

  1. Apa yang mesti dibaca pada malam Lailatul Qadar?

 

وعن عائشة قالت: قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال قولي: الله إنك عفو تحب العفو فاعف عني

 

– رواه الخمسة-

 

Dari ‘Aisyah r.a, ia berkata: “Aku bertanya, wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, andai aku tahu kapan itu Lailatul Qadar, apa yang mesti aku baca pada malam itu? Nabi bersabda: Bacakanlah olehmu: “Ya Allah sesungguhnya Engkau pemaaf, mencintai ampunan, ampunilah aku.” (H.R. Imam yang Lima)

 

Itulah doa yang dianjurkan oleh Nabi SAW. Tetapi tidak berarti tidak boleh berdo’a dengan do’a yang lainnya.

 

  1. Bagaimana ciri-ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar?

 

Jaminan dari Lailatul Qadar adalah sebagaimana dalam hadits Nabi SAW dinyatakan:

 

“Barangsiapa yang beribadah pada malam al-qadar atas dasar iman dan mengharap ridha Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari)

 

Hanya itulah yang dijanjikan dalam hadits bagi orang yang mendapatkan Lailatul Qadar.

 

Adapun komentar lain tentang Lailatul Qadar kadang tidak ada dasarnya. Menurut Syekh Mahmud Syaltut dalam fatwanya, pengertian Lailatul Qadar sudah banyak bercampur khayal, seperti di antaranya dalam kitab Subulu as-Salam dijelaskan;

 

Katanya: “Ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu dia akan melihat segala sesuatu sujud (kepada Allah).” Ada juga yang menyatakan: “la akan melihat cahaya bersinar di setiap tempat bahkan di tempat-tempat yang gelap.” Ada juga yang mengatakan: “la akan mendengar langsung salam dan pembicaraan dari malaikat.” Ada juga yang mengatakan: “Tanda-tandanya itu ialah dikabulkannya doa orang yang mendapat Lailatul Qadar.” (Subul al-Salâm, 2: 176)

 

Ada juga yang mengatakan, tanda-tanda Lailatul Qadar itu siang harinya redup tidak panas dan tidak juga hujan.

 

Dalam catatan kaki kitab Subulu as-Salam ada komentar:

 

“Mudah-mudahan Allah memaafkan muallif (pengarang) karena ia telah menyampaikan dikalangan orang awam kesan seperti itu, padahal yang seperti ini tidak akan diterangkan kecuali dengan tawaquf.” (Subul al-Salâm, 2:176)

 

Yaitu harus berdasarkan dalil dari al-Quran dan sunnah, padahal tidak ada dalil yang menerangkan tanda-tanda Lailatul Qadar seperti itu dalam al Quran dan sunnah.

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB