Dalam tiga bulan terakhir kita semua diuji dengan adanya sebuah Virus yang menjadi cukup menggemparkan dunia juga negara kita yaitu Virus Covid-19 yang juga berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat kita salah satunya adalah sektor ekonomi. Badan Pusat Statistik pada bulan september 2019 ini merilis update data penduduk miskin sebanyak 24,79 juta jiwa, angka ini menurun 0,19% dari Maret 2019 atau menurun 0,39 juta jiwa. Dengan presentasi penduduk miskin kota pada Maret 219 sebesar 6,69% turun menjadi 6, 56% pada September 2019, begitupun penduduk miskin daerah pedesaan pada Maret 2019 12, 85% turun menjadi 12,60% pada September 2019. (Sumber: BPS September 2019)

Namun dampak Pandemi ini berpotensi menaikan kembali tingkat kemiskinan sekitar 2-3 juta jiwa atau 9,7-10,5%.(BAPPENAS RI Tahun 2020) Dampak yang terjadi seperti kondisi ekonomi perkotaan melemah yang secara  langsung akan berdampak ke Pedesaaan terutama daerah-daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). data 2-3 Juta ini berdampak pada PHK Karyawan menjadi sektor penyumbang utama dengan TPT yang diprediksi berdambah sekitar 7,8-7,9, tutupnya sektor ekonomi lain menyebabkan masyarakat terdampak pandemik menjadi sulit untuk dapat bekerja dan hanya berharap akan adanya perubahan atau situasi yang normal kembali.

Ditengah pandemi yang terjadi kita masyarakat muslim pun melalui beberapa momentum besar dengan kondisi yang serba sulit. sebulan yang lalu kita merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi yang serba terbatas baik ibadah maupun muamalah, dan sebulan kedepan kita akan dihadapkan pada momentum Hari Raya Idul Adha. namun kita harus yakin banyak harapan besar dalam Hari Raya Idul Adha tahun ini spirit qurban yang dapat kita ambil adalah bagaimana kemudian kita umat manusia dapat melewati setiap ujian yang Allah berikan kepada kita seperti halnya Nabi Ibrahim yang tetap teguh atas perintah Allah, dan Nabi Ismail yang begitu yakin akan takdir yang Allah berikan. dengan adanya momentum hari Raya Idul Adha kita berharap dapat meningkatkan Nilai Kemanusiaan, nilai solidaritas, nilai berbagi bagi sesama umat manusia dan tentunya menggenapkan kita dalam keseriusan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Dari itu semua Pusat Zakat Umat ingin menghadirkan ruh dan semangat besar dalam kondisi pandemi seperti ini dengan momentum Idul Adha, Pusat Zakat Umat berharap dapat membawa kemaslahatan dari sisi ekonomi dan sosial bukan hanya nilai ibadah saja, melalui program Qurban Super Barokah kita dapat membawa kebermanfaatan dan solusi dari kesulitan yang dihadapi  masyarakat yang terdampak pandemik Covid-19 ini. dengan Qurban Super Barokah Qurban kita dapat menjangkau Masyarakat terdampak Covid-19 yang akan difokuskan pada masyarakat terdampak Covid-19 di Pulau Jawa sebagai episentrum terdampak terbesar Covid, kemudian masyarakat terdampak Covid di daerah tertinggal yang minim bantuan untuk masyarakat miskin.

Kita ketahui sampai saat ini kondisi di Gaza Palestina dan Aleppo Suriah masih sangat memprihatinkan, satu dekade berlalu, tidak ada perkembangan ekonomi yang signifikan di Gaza dan Aleppo. Hari-hari murung berlalu tanpa ada perubahan berarti. Blokade masih membuat Gaza dan Aleppo terpinggirkan dari segala macam ingar-bingar laju perkembangan dunia.

Kemudian tahun 2004 angka kemiskinan di Gaza masih berada pada angka 30%. Melonjak menjadi 50% ketika Israel mulai menerapkan blokade total tahun 2007. Hingga tahun 2016 setahun kemarin, angka kemiskinan tak terlalu berubah, masih berada di angka 40%.

Sedangkan di Suriah menurut laporan Komisi Sosial dan Ekonomi PBB untuk Asia Barat (ESCWA) dan Universitas St Andrews menunjukkan sekitar 83,4 persen warga Suriah saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. Angka tersebut berbeda jauh dari tahun 2010 yang hanya 28%. Sekitar 13,5 juta warga Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan pada akhir 2015, dan lebih dari 4 jutanya berada di Damaskus dan Aleppo.

Dan sekarang bertambah kondisi Covid-19  yang hamper melanda seluruh dunia ditambah membuat perekonomian dunia pun menurun sehingga bencana kelaparan pun melonjak tinggi pula.Semua orang perlu uluran tangan kita, semua butuh dibantu, selagi kita mampu dan kita bisa mari berbagi kebahagiaan untuk sesame dengan program Qurban Super Barokah.

Program Qurban Super Barokah (QSB) ini menjawab problematika pendistribusian ibadah udlhiyyah yang sering muncul di masyarakat dari mulai tidak meratanya penerima hewan qurban dipelosok, didaerah konflik dan bencana.

Keunggulan Program Qurban Super Barokah (QSB) PZU diantaranya : sesuai syari’at, distribusinya merata hingga pelosok, pemilihan hewan qurban yang layak dan proses penyembelihan dan proses pendistribusian sesuai dengan kesepakatan ulama. Seiring berjalannya waktu, tak hanya menjangkau Nusantara namun tahun ini Program Qurban Super Barokah (QSB) PZU ini menjangkau lintas Negara Palestina, Suriah dan Somalia.

Bukan semata konsep, ada tanggung jawab yang lebih besar yaitu amanah. Amanah dari para mudhohi, untuk itulah demi menyambut harapan para mudhohi , persiapan dan perencanaan matang pun jadi keniscayaan. Selanjutnya, dalam persiapan Qurban Super Barokah (QSB)  adalah penentuan titik sebaran atau titik distribusi hewan qurban. Tujuannya, qurban dapat tersebar di berbagai pelosok negeri dan luar negeri (overseas), maka daging kurban dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang jarang merasakan kurban di lingkungannya. Prioritas utama dalam menentukan titik sebaran yaitu terpencil, miskin, rawan pangan, rawan akidah, serta daerah bencana.

Inilah langkah-langkah tim Qurban Super Barokah (QSB)   dalam menunaikan amanah para mudhohi yang menitipkan qurbannya dalam Program Qurban Super Barokah (QSB). Inilah upaya menghadirkan pengelolaan Qurban yang lebih baik. #QurbanForUmat . Maka dari itu yuu titipkan saham Qurbannya bersama Pusat Zakat Umat, Insyaalloh amanah dan menjangkau pelosok, menebar berkah sesuai syariat !!!

 

Bersihkan Harta Dengan Zakat

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB