Qiyam Ramadhan artinya qiyam yang dilakukan semama Bulan Ramadhan. Makna qiyam itu sendiri adalah shalat malam. Maka qiyam Ramadhan berarti shalat di bulan Ramadhan. Namanya yang lebih di kenal adalah shalat Tarawih.

Tarawih, sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafizh Ibn Hajar, merupakan bentuk jama’ dari tarwihah yang artinya ‘satu kali istirahat’. Jadi Tarawih artinya ‘beberapa kali istirahat di setiap dua salamnya (Fathul Bari kitab shalat at-tarawih).

Kedudukannya yang urgen dalam kaitan Ramadhan, berdasarkan sabda Nabi saw:

Siapa yang qiyam (berdiri untuk shalat malam) Ramadlan karena iman dan mengharap ridla Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu (Shahin al-Bukhari no. 37 dan 2009; Shahih Muslim no. 1815-1816).

Ramadhan itu satu bulan. Qiyam Ramadhan artinya qiyam selama satu bulan Ramadhan. Tidak hanya melaksanakan awal Ramadhan saja, lalu akhir Ramadhan banyak tidaknya atau malah tidak sama sekali. Maka dari itu sesibuk apapun kita dan secapek apapun kita, qiyam Ramadhan jangan sampai ditinggalkan.

Jika dikaitkan dengan tujuan shaum Ramadhan untuk mencapai derajat taqwa, maka keberadaan qiyam Ramadhan ini sangat erat sekali korelasinya. Sebab orang-orang yang bertaqwa itu tandanya adalah orang-orang yang selalu shalat malam. Allah swt berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur di waktu malam (karena dipakai shalat); dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat [51]: 15-18).

Dalam surat Ali ‘Imran [3]: 15-17, ketika Allah swt menjelaskan sifat orang bertaqwa yang tidak akan terlenakan oleh dunia, Allah swt menyebutkan kriteria sebagai berikut:

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur (QS. Ali ‘Imran [3]: 17)

Maksud memohon ampun di waktu sahur itu adalah shalat malam plus istighfar, sebagaimana diisyaratkan surat adz-dzariyat dan dipraktekan oleh Ibn ‘Umar ra:

‘abdullah ibn ‘Umar shalat malam (tahajud), kemudian bertanya: “Hai Nafi’ (putranya), apakah waktu sahur telah datang? “Jika Nafi menjawab :v “Ya” maka ibn ‘Umar mulai berdo’a dan beristighfar sampai datang waktu shubuh. Riwayat Ibn Abi Hatim (Tafsir Ibn Katsir QS. Ali ‘Imran [3]: 15-17).

Dalam kaitan ini pula, Nabi saw bersabda:

Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada barakah (Shahih al-Bukhari kitab as-shaum bab barakah as-sahur min ghairi ijab no. 1923).

Barakah sahur tersebut, menurut para ulama, diantarnya: (a) Menambah kekuatan, (b) mendapat pahala dan rahmat karena sudah taat kepada Allah dan Rasul-Nya, (c) ada kesempatan untuk istighfar di waktu sahar, (d) shalat shubuh di awal waktu, dan (e0 membaca Al-Quran di waktu shubuh (Taudihul-Ahkam 3: 473). Ini berarti mrlalui perintah sahurini, Nabi saw pada hakikatnya mendidik umatnya untuk mengambil barakah sahur, yang diantaranya adalah bangun di waktu malam.

Jika tujuan shaum Ramadhan adalah mencapai taqwa, berarti setelah Ramadhan harus tercapai taqwa itu, yang salah satunya diwujudkan melalui shalat malam. Jangan lagi banyak berkelit tidak bisa melakukannya karwena susah, capek, dan tidak semangat. Maka dari itu, bulan Ramadhan harus dimanfaatkan untuk melatih diri membiasakan shalat mala mini. Alas an capeknya harus bisa dihilangkan dengan latihan shalat tarawih. Alas an sering kesiangan harus bisa dihilangkan dengan latihan bangun sahurnya.

Jika Nabi saw di atas menyebutkan salah satu factor diampuni dosa adalah qiyam Ramadhan, sementara di ayat al-Quran juga Allah swt menyebutkan bahwa ampunan dosa itu dating karena taqwanya, maka berarti orang yang tidak mampu melaksanakan shalat malam tidak bertaqwa, berarti pula dosanyatidak diampuni, berarti pula ibadah Ramadhannya cacat. Di sinilah urgensi qiyam Ramadhan dalam kaitannya dengan bulan Ramadhan.

 

Buku Sukses Ibadah Ramadlan (Panduan Bagi Yang Tidak Mau Gagal Ibadah Ramadlan), Nashruddin Syarief, Tsaqifa Publishing Mencerdaskan Umat.

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB