HK. Aceng Zakaria
  1.  Kapan pertama kali disyari’atkan Shaum Ramadhan?

 

Sebetulnya syariat shaum itu sudah berlaku pada ummat nabi-nabi yang terdahulu sebagaimana dalam al-Qur’an dinyatakan:

 

كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ…

 

“…sebagaimana telah diwajibkan shaum kepada orang-orang sebelum kamu.” (Q.S. al-Baqarah: 183)

 

Yaitu ummat nabi-nabi sebelum nabi Muhammad. Untuk umat Nabi Muhammad baru diwajibkan shaum pada bulan Ramadhan pada tahun kedua Hijriah.

 

Ramadhan itu secara bahasa artinya; panas. Jadi nama bulan Ramadhan sudah ada sebelum disyari’atkan shaum. Sebelum diwajibkan shaum telah diawali dengan kewajiban shaum ‘Asyura (tanggal 10 Muharram). Dan setelah diwajibkan shaum Ramadhan, shaum ‘Asyura tidak wajib lagi tetapi sunat saja.

 

  1. Apa arti Shaum atau Shiyam menurut bahasa dan istilah?

 

Shiyam menurut bahasa artinya; imsak, yaitu diam atau menahan diri, seperti dalam al-Qur’an diukapkan:

 

إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

 

“sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.” (Q.S. Maryam: 26)

 

Shaum disini artinya diam tidak akan berbicara. Sedangkan shaum menurut istilah adalah:

 

“Menahan diri dari makan, minum dan bercampur dengan istri dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat karena Allah, dan merupakan persiapan dan latihan untuk meningkatkan kualitas taqwa kepada Allah.” (al-Manar, 2:152)

 

Definisi tersebut memberikan pengertian bahwa dengan shaum itu tidak hanya dituntut untuk meninggalkan makan dan minum saja tetapi dengan shaum itu diharapkan mampu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

 

  1. Apa hikmah disyari’atkannya Shaum ?

 

Para ulama banyak memberikan keterangan mengenai hikmah disyari’atkannya shaum, di antaranya:

 

  1. تجديد اليمان وتقويته (menyegarkan kembali keimanan dan menguatkannya):

 

Dalam satu hadits dinyatakan:

 

“Sesungguhnya iman dalam hati kadang lapuk seperti lapuknya pakaian maka segarkanlah iman kamu sekalian.”

 

Maka dengan shaum diharapkan untuk dapat menyegarkan kembali keimanan.

 

  1. تهذيب النفس (melatih mengendalikan nafsu):

 

Nafsu itu berguna untuk meningkatkan semangat kerja, tetapi nafsu juga berbahaya. Banyak orang celaka karena menuruti hawa nafsunya. Ia terpaksa harus mendekam di penjara karena tidak mampu mengendalikan nafsunya.

 

Nah shaum merupakan latihan yang kuat untuk mengendalikan nafsu. Nafsu mau makan, mau minum, ditahan karena dilarang oleh agama.

 

Demikian juga mau marah ditahan. Nah kalau nafsu sudah terkendali insya Allah manusia akan selamat dari hal-hal yang akan menjerumuskan dirinya. Allah SWT berfirman:

 

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

 

“Sungguh beruntung yang dapat mensucikan nafsunya (jiwanya) dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (Q.S. al-Syams: 9-10)

 

  1. تليين المشاعر (memperhalus perasaan):

 

Maksudnya manusia dituntut untuk memiliki perasaan yang halus, penuh kasih sayang dan perhatian kepada yang lain lebih khusus kepada anak yatim atau orang miskin. Nah shaum merupakan upaya untuk memperhalus perasaan. Dengan melaksanakan shaum akan merasakan lapar yang berat. Mudah-mudahan dengan itu akan timbul rasa kasih sayang kepada yang miskin yang sering menderita dan merasakan kelaparan.

 

  1. كسر الشهوة (menekan arus syahwat):

 

Nafsu birahi atau dorongan seksual pada diri manusia itu kuat sekali. Nafsu birahi yang tidak terkendali dapat membuat seseorang terjerumus kepada prostitusi dan pelecehan seksual yang kadang membuat rumah tangga hancur berantakan. Maka shaum adalah salah satu usaha untuk menekan arus syahwat. Nabi bersabda:

 

“Wahai para pemuda barangsiapa di antaramu yang mampu untuk menikah, maka menikah lah, karena menikah itu dapat menundukkan penglihatan dan dapat menjaga kehormatan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah, karena puasa dapat menjadi benteng.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Apa target dari ibadah Shaum ?

Meninggalkan makan dan minum adalah ketentuan shaum bukan target ibadah shaum. Target ibadah shaum adalah sebagaimana yang terdapat di penghujung ayat-ayat shaum. Ayat-ayat shaum semuanya ada enam ayat. Diawali dari ayat 183-188 surat al-Baqarah. Ujung ayat-ayat shaum itu ialah:

 

  1. لعلكم تتكقون (agar kamu menjadi orang yang bertaqwa):

Berarti dengan ibadah shaum diharapkan mampu meningkatkan kualitas ketaqwaan. Taqwa kepada Allah mestinya semaksimal mungkin.

 

Tetapi kenyataan kualitas ketaqwaan umat Islam Indonesia masih sangat rendah sekali baik dalam pelaksanaan shalat, zakat, infak ataupun ibadah sosialnya.

 

  1. وان تصوموا خير لكم ان كنتم تعلمون (dan Shaum itu lebih baik jika kamu mengetahuinya):

 

Maka dengan ibadah shaum diharapkan mampu meningkatkan keilmuan. Karena dengan modal ilmu seseorang akan mampu menilai baik dan buruk. Dengan ibadah shaum pasti akan merasakan cape, lesu, lapar, haus dan yang lainnya. Tetapi sebetulnya dibalik itu ada banyak keuntungan, kebaikan dan berbagai kemanfaatan yang akan dirasakan oleh mereka berilmu.

 

  1. لعلهم تشكرون  (dan agar kamu bersyukur):

 

Ini berarti dengan shaum diharapkan mampu meningkatkan syukur kita kepada Allah. Dimana memang kualitas syukur manusia masih sangat rendah. Demikian juga kuantitas orangnya masih sangat minim yang bersyukur kepada Allah.

 

Allah SWT berfirman:

 

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

 

“…dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang ber syukur.” (Q.S. Saba’: 13)

 

Syukur dalam konteks ayat ini ialah bersyukur atas hidayah yang Allah anugerahkan kepada ummat manusia yaitu dengan seperangkat petunjuk hidup dari Allah yang pasti membawa ke kebahagiaan manusia dunia dan akhirat.

 

  1. لعلهم يرشدون (dan agar mereka berada di jalan yang lurus jalan yang benar):

 

Ini berarti dengan ibadah shaum diharapkan agar manusia berada di jalan yang benar, jalan yang diridhoi Allah, yaitu hidup sesuai petunjuk al Qur’an dan hadits. Dan itulah yang harus dijaga kan pedoman hidup. Siapa yang berpegang teguh dengan-Nya pasti tidak akan tersesat selama lamanya.

 

  1. لعلهم يتقون (agar mereka menjadi orang yang bertaqwa):

 

Ayat ini sebagai ta’kid (penguat) terhadap ayat yang pertama dimana diujung ayat yang pertama dinyatakan agar “kamu” menjadi orang yang bertaqwa. Kalau di ayat ini dinyatakan agar mereka”. Ini berarti sasaran yang ditekankan dengan ayat itu bukan mereka para shahabat yang berada di zaman Nabi tetapi juga mereka-mereka yang hidup setelah mereka (para sahabat) yaitu kita sekalian semuanya dituntut untuk menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah.

 

  1. و انتم تعلمون (padahal kamu mengetahuinya):

 

Ayat ini juga merupakan ta’kid (penekanan) terhadap ujung ayat yang kedua yaitu:

 

ان كنتم تعلمون

 

“Jika kamu mengetahuinya.”

 

Dalam ayat yang kedua ditegaskan bahwa ibadah shaum itu baik jika kamu mengerti. Demikian juga syari’at-syari’at agama yang lainnya seperti shalat, zakat, haji, jihad. Itu semua pasti baik kalau kamu mengerti. Maka di ayat ini ditekankan jangan melanggar aturan kalau kamu sudah mengetahuinya.

 

Itulah target dari ibadah shaum sesuai pesan-pesan yang ada di penghujung ayat-ayat shaum.

 

  1. Apa saja keutamaan dari ibadah Shaum Ramadhan?

 

Banyak sekali fadhilah (keutamaan) dari shaum Ramadhan, di antaranya:

 

  1. Diampuni dosa sebagaimana dalam hadits Nabi SAW dinyatakan:

“Barangsiapa yang melaksanakan shaum ramadhan atas dasar iman dan karena Allah niscaya diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (H.R.Bukhari)

  1. Dikabulkan do’a sebagaimana sabda Nabi SAW:

 

“Tiga orang tidak akan ditolak do’anya yaitu: imam yang adil, yang berpuasa sampai ia berbuka dan do’anya orang yang dizhalim.” (H.R. Ibnu Mâjah, 1:558)

 

  1. Dilipatgandakannya kebaikan. Sabda Nabi SAW:

 

“Setiap amal anak Adam kebaikannya akan dilipatgandakan 10 kali lipat sampai 700 kali lipat, dan sampai sekehendak Allah. Allah berfirman: Kecuali (pahala) shaum, maka sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Seseorang meninggalkan keinginan syahwatnya dan makannya karena-Ku. Bagi yang berpuasa ada dua kegembiraan; satu di saat ia berbuka puasa dan kedua di saat bertemu Rabb-nya. Sungguh bau mulut yang sedang berpuasa, lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya minyak kasturi (wangi).” (H.R. Ibnu Majah, 1:525)

 

Demikianlah keutamaan shaum ramadhan dan banyak lagi keutamaan-keutamaan yang lainnya.

 

  1. Bagaimana hasil dari ibadah Shaum Ramadhan ?

 

Setiap muslim pasti mengharapkan agar ibadahnya diterima di sisi Allah baik ibadah shalatnya, shaum nya atau ibadah yang lainnya.

 

Untuk dapat diterima ibadah seseorang di sisi Allah tentu saja harus memenuhi persyaratan-persyaratan tan, di antaranya:

 

  1. Ikhlas dalam melaksanakannya, yaitu tidak ada niat sampingan kecuali hanya semata karena Allah.

 

  1. Tata cara pengamalannya sesuai sunnah, yaitu sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Niat yang ikhlas tetapi cara salah adalah salah.

 

  1. Hasil dari ibadah, yaitu ruh dan pengaruh dari ibadah itu dalam kehidupan keseharian sebagai aplikasi dalam kehidupan sosial. Ibadah yang tidak ada ruh dan pengaruhnya sama dengan patung atau foto manusia walau rupa dan bentuknya sama persis, tetapi tidak bisa dianggap manusia karena tidak ada ruh di dalamnya.

Terkait dengan hasil ibadah shaum maka ada dua kemungkinan: pertama, meraih imbalan berupa pengampunan dosa sebagaimana dalam hadits dinyatakan:

Cut

 

“Barangsiapa yang melaksanakan shaum rama dhan atas dasar iman dan karena Allah niscaya diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (H.R. Bukhari)

 

Kedua, dinyatakan dalam hadits;

 

“Banyak orang yang berpuasa yang tidak ada hasilnya (dari ibadah shaum itu) kecuali hanya lapar saja. Dan banyak yang shalat malam yang tidak ada hasilnya dari shalat malamnya itu kecuali hanya jaga saja.” (H.R. Ibnu Majah)

 

Demikianlah kemungkinan dari ibadah shaum. Untuk itu kita harus berupaya untuk dapat me menuhi persyaratan ibadah dan berdo’a agar ibadah kita diterima di sisi Allah.

 

  1. Bagaimana petunjuk pelaksanaan Shaum Ramadhan?

Untuk melaksanakan shaum ramadhan, pertama hendaklah niat shaum ramadhan yaitu bermaksud untuk melaksanakan shaum dan tidak usah dengan mengucapkan “نويت صوم غد”.

 

Sebetulnya dengan makan sahur pun sudah termasuk niat untuk melaksanakan shaum. Kemudian dari mulai terbit fajar shiddiq mulai meninggalkan makan, minum dan hal-hal lain yang membatalkan shaum atau hal-hal yang akan merusak kesempur naan shaum sampai terbenam matahari.

 

  1. Mestikah Imsak 10 menit sebelum terbit Fajar Shiddiq?

 

Fajar itu ada dua, sebagaimana sabda Nabi SAW:

 

“Fajar itu ada dua: pertama; fajar yang padanya haram makan dan halal shalat (shubuh). Dan kedua; fajar yang padanya haram shalat (shubuh) dan halal makan.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)

 

Jelasnya, fajar itu ada dua: Fajar Kidzib yang pada nya halal makan (sahur) dan haram shalat shubuh karena belum masuk waktunya, dan Fajar Shiddiq yang padanya halal shalat dan haram makan.

 

Kalau Imsak diartikan bahwa 10 menit sebelum subuh sudah tidak boleh makan, tetapi belum boleh shalat, ini berarti bertentangan dengan hadits Nabi yang tadi. Berarti harus ada fajar ketiga yang padanya haram makan tetapi juga haram shalat.

 

Dalam hadits lain Nabi SAW menyatakan:

 

“Sesungguhnya Bilal suka adzan di (akhir) malam, maka makanlah dan minumlah sampai adzan Ibnu Ummi Maktum (adzan subuh).” (H.R. Bukhari)

 

Hadits ini dengan tegas menunjukkan bahwa batas akhir makan dan minum itu adalah sampai adzan subuh. Yang dimaksud dengan adzan subuh itu ialah awal adzan bukan selesai adzan. Sementara di Masjidil Haram sewaktu Penulis melaksanakan umroh Ramadhan banyak jamaah yang di saat adzan subuh masih makan dan minum. Dan sewaktu ditegur, jawaban mereka: “Karena adzannya juga belum selesai.”

 

Dengan demikian jika yang sedang sahur tiba-tiba mendengar adzan subuh, maka hentikanlah makan dan minumnya dan sah shaumnya.

 

  1. Betulkah do’a berbuka Shaum dengan do’a;

 

اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت.

 

itu haditsnya dhaif?

 

Do’a berbuka puasa dengan do’a tersebut adalah berdasarkan hadits:

 

“Dari Mu’adz Bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai (berita) kepadanya, bahwa Nabi SAW apabila berbuka puasa suka berdo’a: “Ya Allah karena-Mu aku puasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka puasa.” (H.R. Abu Dawud)

 

Menurut asy-Syaukani: Hadits Mu’adz ini Mursal karena ia tidak bertemu dengan Nabi. Dan hadits tersebut juga diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Kabir dan Daruquthni dari Ibnu Abbas dengan sanad yang dhaif. (Nailul-Authâr, 4:247)

 

  1. Mana saja Doa berbuka Shaum yang shahih?

 

Dalam salah satu hadits dinyatakan:

 

“Nabi apabila berbuka puasa suka berdo’a: “Hilang lah haus dan membasahlah urat-urat dan tetaplah pahala insya Allah.” (H.R. Abu Dawud)

 

Hadits ini menurut Darquthni sanadnya hasan.

 

Menurut Ibnu Abi Mulaikah: “Aku mendengar Abdullah bin Amr berdo’a di waktu buka puasa: “Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan rah mat-Mu yang mencakup segala sesuatu agar mengampuni dosa-dosa)ku.” (H.R. Ibnu Mâjah, 1:557)

 

Itulah do’a-do’a Shaum yang shahih.

 

  1. Betulkah Nabi SAW menganjurkan berbuka Shaum dengan kurma?

 

Betul! sebagaimana dalam hadits berikut ini:

 

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila berbuka salah seorang di antara kamu maka berbukalah dengan kurma. Dan jika tidak mendapatkan, maka berbukalah dengan air, karena air itu membersihkan.” (H.R. Imam yang Lima)

 

  1. Adakah do’a ketika melihat Hilal ?

 

Di saat melihat hilal yaitu tanggal pertama di setiap bulan Qamariyah dianjurkan untuk berdo’a sebagaimana hadits di bawah ini:

 

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah r.a, sesunggunya Nabi SAW apabila melihat hilal beliau berdo’a: ” Ya Allah jadikanlah tanggal bulan ini keamanan dan ke imanan, keselamatan dan (meningkatnya) keislaman. Tuhanku dan Tuhan-mu (hilal) adalah Allah. (Jadikanlah hilal ini) tanggal petunjuk dan kebaikan.” (H.R. al-Tirmidzi)

 

Gerakan Kepedulian Di Karang Anyar

Gerakan Kepedulian Di Karang Anyar

Bandung-pzu.or.id, Pusat Zakat Umat kembali bersinergi dengan salah satu kelurahan di Kota Bandung, yaitu kelurahan Karang Anyar. Kerja sama tersebut berupa program Gerakan Matahari (Lima Ratus Setiap Hari). Dan pada hari Rabu (30 September 2020) dilaksanakan...

PZU Kota Bogor Sebar 1000 Quran Di Empat Kota

PZU Kota Bogor Sebar 1000 Quran Di Empat Kota

www.pzu.or.id, Kota Bogor.  Kamis 11 September 2020. Sebar 1000 wakaf Quran dan Iqra di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, bekasi, dan Padalarang KBB. Yang menerima Wakaf Mushaf al-Quran adalah santri baru dari jenjang RA, MD, MTS, MA  Persatuan Islam dan sebagiaan di...

Layanan Ambulance Gratis PZU, Ringankan Beban Umat

Layanan Ambulance Gratis PZU, Ringankan Beban Umat

Bandung-pzu.or.id, Senin (7/9/2020) . Ambulance Gratis merupakan salah satu program Umat Sehat PZU, tidak sedikit layanan Ambulance Gratis PZU pun mendapatkan apresiasi yang baik serta dukungan berbagai mitra yang bekerjasama dengan PZU untuk mengoptimalkan penggunaan...

Yu Kenali Tiga Jenis Vitamin Yang Bagus Untuk Daya Tahan Tubuhmu

Yu Kenali Tiga Jenis Vitamin Yang Bagus Untuk Daya Tahan Tubuhmu

Semakin berkembangnya zaman, banyak orang yang mulai sadar akan kebersihan dan kebutuhan nutrisi di dalam tubuh mereka. Agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyerangan kapan saja, Salah satu cara yangg bisa dilakukan adalah mengkonsumsi berbagai...

PZU Kota Bogor Distribusikan Bantuan Kesehatan

PZU Kota Bogor Distribusikan Bantuan Kesehatan

www.pzu.or.id Kota Bogor, 19  dan 26 Agustus, PZU KLP Kota Bogor mendistribusikan bantuan kesehatan kepada beberapa saudara kita yang mengidap penyakit berat. Para penerima tersebut adalah  Ibu Ai pengidap penyakit TBC yang merupakan istri dari salah satu Ustadz di...

Rekomendasi Multivitamin untuk Daya Tahan Tubuh

Rekomendasi Multivitamin untuk Daya Tahan Tubuh

Banyak orang kian menyadari pentingnya minum multivitamin untuk daya tahan tubuh, terutama di musim pancaroba sekaligus pandemi ini. Namun, tidak semua vitamin harus Anda masukkan daftar untuk dikonsumsi. Pilihlah beberapa jenis saja yang mampu meningkatkan sistem...

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB