Login

Register

Login

Register

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ

“Robbana, janganlah Engkau timpakan ujian yang kami tidak mampu menerimanya.” (QS  al-Baqarah [2] : 286)

 

Kita sering membaca kisah orang-orang yang mendapat ujian dengan penderitaan, kemiskinan, penyakit dan penganiayaan. Misalnya, Bilal bin Rabbah yang disiksa tuannya, Ummayah karena beriman kepada Rasulullah saw. Ia diseret, ditendang, dipermainkan anak-anak. Kemudian, di tengah padang pasir di bawah terik matahari, dadanya dihimpit batu besar. Siksaan tersebut tidak henti-henti dialaminya sampai datang Abu bakar as-Shiddiq yang kemudian memerdekakannya.

Demikian juga dengan keluarga Yasir. Siksaaan yang dialaminya dari tuannya, Abu jahal, tak kalah beratnya. Mereka diikat dan dibakar, sambil dibujuk agar murtad dan kembali musyrik.  Namun Allah Swt. menguatkan keimanan mereka sehingga tidak ada niat dan pikiran dalam diri mereka untuk kufur kembali.  Penderitaan Yasir itu sempat disaksikan Rasulullah saw. Beliau pun bersabda, “sabarlah wahai keluarga Yasir sebab tempat kembalimu adalah syurga. Ya Allah ampunilah keluarga Yasir.”

Istri Yasir, Samiyah adalah wanita syahid pertama dalam Islam. Beliau diikat dan ditelanjangi oleh Abu Jahal dan pemuka-pemuka Quraisy di hadapan Nabi Saw. Lalu ditarik ke tengah padang pasir dan badannya ditusuk dengan besi panas yang membara sampai tewas. Demikian juga suaminya, Yasir tewas setelah dibakar oleh mereka.

Ammar bin Yasir tidak luput dari pembakaran. Ketika itu, Rasulullah bersabda “wahai api, jadilah engkau dingin dan menyelamatkan Ammar.  Sebagaimana Engkau lakukan kepada Nabi Ibrahim”. Tetapi tampaknya Ammar tidak kuat menahan siksaan itu. Ia berpikir bahwa tenaganya diperlukan untuk kaum muslimin untuk jihad. Ia pun pura-pura kufur.

Taktik yang dilakukan Ammar itu boleh dilakukan karena darurat dan selama imannya ada dalam hati. Allah Swt. menjelaskan hal itu dalam surat al-Baqarah ayat 106.

Kisah di atas memberi gambaran kepada kita betapa kuatnya pendirian mereka mempertahankan keimanan, walau harus mempertaruhkan jiwa dan raga sekalipun. Bagaimankah jika siksaan itu menimpa kita? Sanggupkah kita menerima cobaan yang maha berat itu?

Setiap mukmin mendapat ujian. Tetapi bersabar ketika menghadapinya disertai mempertahankan keimanan, akan mendapat balasan surga. Allah Swt. mengajarkan sebuah doa agar ujian itu terasa ringan.

 

Pusat Zakat Umat

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB