Oleh:
Pusat Zakat Umat

Lupa dan salah adalah perilaku yang pasti dialami manusia. Bahkan Nabi Muhammad Saw. pun pernah salah dan lupa. Sebagaimana sabdanya, “aku hanya seorang manusia biasa seperti kamu. Aku lupa sebagaimana kamu lupa. Karena itu bila aku lupa, hendaklah kalian ingatkan aku“. (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Dalam hadist yang lain beliau bersabda, “setiap Bani Adam sering berbuat salah, tetapi sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Manusia lupa karena lemah ingatannya, tidak tahu atau memang disengaja. Tidak setiap lupa atau salah itu mendapat siksa. Lupa yang mengakibatkan siksa, ialah lupa menjalankan dan kewajiban, lupa akan kehidupan akhirat lupa halal dan haram, lupa kepada Allah SWT dan Rosul-Nya, dan lupa untuk berbuat baik. Padahal, Allah Swt. telah memberi peringatan dalam al-Quran “pantaskah kamu menyuruh manusia agar berbuat kebaikan, sedangkan kamu melupakan diri-diri kamu, padahal kamu membaca kitab? Tidakkah kamu berakal?”. (QS Al-Baqarah [2] : 44)

Adapun berbuat salah yang mengakibatkan di siksa adalah salah karena disengaja. Berbuat salah terus menerus, padahal sudah diperingatkan tentu menyalahi aturan Allah Swt. dan Rasul-Nya. Allah Swt. telah menganjurkan manusia agar bertaubat dari perbuatan salah dan jangan mengulanginya lagi. Serta, manusia harus selalu ingat kepada Allah Swt. dan bertakwa kepada-Nya supaya tidak lupa. Taubat dan zikir harus dibuktikan dengan iman dan amal saleh. Apabila kita masih lupa dan salah setelah bertaubat dan zikir, berdoalah kepada Allah Swt dengan doa yang diajarkan dalam surah al-Baqarah ayat 286 tersebut.

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB