www.pzu.or.id. Dengan iman kita dibimbing meyakini bahwa segala yang menimpa karena ketetapan Allah sehingga jiwa kita menjadi tenang dalam tawakkal.

Iman kita juga membimbing agar kita tidak menceburkan diri kepada kebinasaan. Melainkan wajib berikhtiar menghindari bencana.

Iman kita juga mengajari bahwa ikhtiar itu secara fisik dan spiritual. Sebaik-baik ikhtiar dengan fisik adalah menjauhi segala sebab penyakit dan sarana penyebarannya. Ikhtiar batin adalah bermunajat kepada Rab pemilik jiwa dan penyakit dengan doa-doa yang disyariatkanNya.

Ikhtiar fisik dan batin kita tentu wajib sejalan, tidak saling bertentangan.

Diriwayatkan secara sahih oleh para ulama bahwa sekitar tahun 749 atau 794 H. Di Damaskus Suriah terjadi wabah Thaun, lalu sebagian para ulamanya berijtihad untuk mengadakan doa tolak bala atau istighotsah secara berjamaah di lapangan. Maka berkumpulah para penguasa, sebagian ulama, dan masyarakat umum yang sangat banyak. Maka setelah hari doa bersama itu korban thaun malah bertambah banyak berlipat ganda.

Kejadian serupa terulang pada tahun 833 H. Terjadi wabah thaun yang parah di Qoiro Mesir. Sebagian ulama dan sultan serta masyarakat awam yang banyak berkumpul di lapangan setelah sebelummya berpuasa tiga hari berturut turut sebagai upaya penyucian diri agar doa lebih mustajab.

Setelah penyelenggaraan doa bersama itu, pada bulan berikut nya yang meninggal setiap harinya bertambah banyak, yaitu menjadi seribu orang perhari padahal sebelumnya hanya empat puluh orang meninggal perhari.

Kejadian itu persisnya pada tanggal 4 Jumadil Ula 833 Hijriyah.

Apakah doa para ulama dan orang-orang saleh itu tidak terkabul? Tentu saja Allah mengabulkannya dengan cara Nya yang Maha Tahu. Tetapi ketika iman dan doa tidak sejalan dengan ikhtiar lahir, Allah mengabulkan sebaliknya yang sejalan Ilmu, Hikmah, dan KeadilanNya.

Sebab itu sebagian ulama membid’ahkan berdoa dengan berkumpul beramai ramai untuk menolak bala yang berupa Wabah atau Thaun. Karena hal itu justru mempercepat dan memperluas penyebarannya.

(Sumber : Badzlul Màun fî Fadhli Tha’un, Karya Imam Ibnu Hajar Al Ashqalani. Hlm. 328 sd 330).

Semoga kita diberi kesabaran ketawakalan, doa, dan ikhtiar yang sejalan dengan taqdir syariat-Nya.

“Ya Allah lindungilah kami semua dari penyakit baros, penyakit gangguan akal, penyakit lepra, dan penyakit-penyakit buruk lainnya!

Wahai Rab kami, kami menyadari banyak berbuat zalim, sekiranya Engkau tidak mengampuni dosa kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami menjadi orang orang yang rugi.”

Aamiin.

Bekasi, 22 Maret 2020.

Al Faqir, Dr. Jeje Zaenudin

 

sumber: persis.or.id

300-101   400-101   300-320   300-070   300-206   200-310   300-135   300-208   810-403   400-050   640-916   642-997   300-209   400-201   200-355   352-001   642-999   350-080   MB2-712   400-051   C2150-606   1Z0-434   1Z0-146   C2090-919   C9560-655   642-64   100-101   CQE   CSSLP   200-125   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-075   300-115   AWS-SYSOPS   640-692   640-911   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   000-089   000-105   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410  

1
Assalamualaikum Wr WB
Powered by