Oleh:
dr. Harry Rayadi, MARS
(Konsultan Kesehatan PZU)

Syari`at Islam mengisyaratkan tentang pentingnya memperhatikan kondisi hewan yang akan dijadikan sembelihan kurban atau al-Udlhiyah. Sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah Saw. dalam hadisnya;

لا يضحى بالعرجاء بين ظلعها ولا بالعوراء بين عورها ولا بالمريضة بين مرضها ولا بالعجفاء التي لا تنقي

Tidak boleh berkurban dengan kambing pincang dan jelas kepincangannya, atau kambing yang buta sebelah dan jelas butanya, atau kambing yang sakit dan jelas sakitnya, atau kurus yang tidak bersumsum (berdaging).” (HR At-Tirmidzi)
Pada hadis beliau yang lain dinyatakan,

اعدد ستا بين يدي الساعة موتي ثم فتح بيت المقدس ثم موتان ياخذ فيكم كقعاص الغنم ثم استفاضة

Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari qiyamat. Kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika”. (HR Al-Bukhari )
Dalam Lisān Al-Arab: Qi`ās Al-Ghanām ditujukan kepada penyakit infeksi pada kambing yang berakhir dengan kematian. Sekarang di dunia kedokteran termasuk salah satu penyakit Transmissible Spongiform Encephalopathy (T.S.E) yang berakibat fatal karena menyerang susunan syaraf pusat.
Rasululah pun melarang mengkonsumsi daging Jallālah, yaitu binatang pemakan kotoran atau sampah-sampah yang kotor. Sebagaimana sabdanya,

نهي عن ركوب الجلالة

Pada bulan November 1986, di Inggris dan beberapa Negara lainnya di Eropa pernah terjadi wabah penyakit. Penyakit yang muncul itu diakibatkan dari mengkonsumsi protein hewan yang terinfeksi akibat memakan kotoran.
Hadis beliau tersebut dengan jelas telah mengisyaratkan untuk menjaga kualitas hewan kurban. Hewan kurban harus memiliki kualifikasi persyaratan tertentu, seperti cukup umur, sehat, jauh dari penyakit. Para ahli nutrisi menyatakan terdapat zat-zat bermanfaat untuk kesehatan manusia yang terkandung dalam daging, di antaranya:

– Asam amino, yang sangat penting untuk pembetukan enzim dan hormon.
– Niacin (B3 ), sangat berguna untuk kesehatan kulit, persyarafan, sistem pencernaan makanan, dan fungsi otak.
– Vitamin B6, sangat diperlukan untuk menjaga fungsi persyarafan dan untuk pembentukan antibodi, sel darah putih dalam melawan infeksi.
– Vitamin B12, sangat diperlukan untuk kerja sel tubuh dan prokduksi sel darah merah.
– Zinc dan selenium, berperan dalam pertumbuhan badan, proses penyembuhan luka, kesehatan fungsi otak, sistem persyarafan, kesehatan sistem reproduksi, kesehatan otot, membantu fungsi penglihatan.
– Zat besi, salah satu komponen dari sel darah merah, sangat diperlukan dalam proses pembentukan energi, memelihara kekebalan tubuh.

Kita cermati begitu banyak manfaat yang dihasilkan ketika mengkonsusmsi daging.Tetapi, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi yang mengkonsumsinya.Misalnya, apakah pengidap penyakit yang harus berpantang mengkonsumsi daging, misalnya penderita tumor atau penyakit keganasan, dan penyakit lain yang kontraindikasi terhadap konsumsi daging.
Disamping itu, perlu diperhatikan pula cara pengolahan masakannya dan cara mengkonsumsinya. Hindari menggoreng terlalu kering sehingga berwarna coklat gelap atau membakarnya sehingga timbul karbon (misalnya, sate terlalu matang), juga hindari menggoreng dengan minyak yang sudah berkali-kali dipakai, lebih baik gunakan minyak jagung atau minyak bunga matahari. Untuk lebih meningkatkan manfaatnya, daging lebih baik dikonsumsi bersamaan dengan acar timun-nenas, bawang putih, buah atau minyak zaitun dalam bentuk salad sayuran dan buah-buahan.
Selamat menikmati daging kurban. Semoga menambah berkah, aamiin.
Wallahu`Alam bis Shawwab

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB