Ahmad Sofian

 

Maksud dan visi terbesar dalam sosial ekonomi Islam adalah menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan masyarakat secara adil. Hal ini dapat dilakukan melalui partisipasi pada setiap individu masyarakat dalam mengerjakan kebaikan dan hal-hal berguna yang telah diderivasikan Allah kepada manusia di muka bumi. Namun, pelaksanaanya tidak hanya terbatas pada golongan kaya saja, melainkan melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Allah Swt. berfirman:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah [2]: 29)

Ayat di atas merupakan penegasan terhadap pemanfaatan sumber daya alam bumi dan hak pengelolaannya yang diperuntukkan kepada manusia. Kedua makna ini dapat digunakan, hingga makna keseluruhannya, “Sesungguhnya semua yang ada di bumi diciptakan untuk semua manusia dengan tidak membedakan satu golongan dengan golongan yang lain.”

Dari keterangan ayat di atas, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, cocok kiranya penulis korelasikan dengan istilah pemberdayaan. Kata pemberdayaan terkait dengan penggalian dan pengembangan potensi masyarakat. Kartasasmita (1996) mengatakan bahwa : “Setiap manusia dan masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan sehingga pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong, memberikan motivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta untuk mengembangkannya“.

Menurut Suharto (2005:60), pemberdayaan masyarakat juga dimaknai sebagai sebuah proses dan tujuan, dengan penjelasan sebagai berikut.

  • Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan.
  • Sebagai tujuan, pemberdayaan menunjuk pada keadaan yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau pengetahuan, dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial, seperti kepercayaan diri, menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

Pembangunan kampung di suatu pedesaan adalah suatu perbaikan yang terjadi secara menyeluruh terhadap kondisi kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah pedesaan. Pembangunan perkampungan dilakukan sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang secara bersamaan meningkatkan distribusi pendapatan di antara penduduk desa.

Pusat Zakat Umat (PZU) sebagai lembaga pengelola zakat dan lembaga sosial keagamaan berkomitmen untuk membantu, meringankan, dan memberdayakan masyarakat lemah dalam perekonomian. Melalui program pemberdayaan, PZU merancang program yang dinamai dengan program Kampung Bangkit.

Kampung Bangkit adalah program pemberdayaan dan pendampingan ekonomi produktif berbasis kampung. Program Kampung Bangkit hadir sebagai salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat kampung. Dengan mengusung konsep pemberdayaan ekonomi umat, Kampung Bangkit berusaha menggali dan mengembangkan potensi-potensi ekonomi di daerah. Program ini akan lebih fokus kepada pemberdayaan ekonomi umat di sektor pertanian dan peternakan.

Sektor pemberdayaan pertanian akan diproyeksikan di daerah Cikijing, Kabupaten Majalengka. Pemberdayaan dilakukan melalui maksimalisasi potensi budidaya jamur tiram yang dikemas dengan konsep pemberdayaan berbasis jam’iyyah (kelompok/komunitas).

Tujuan Program Kampung Bangkit adalah pembangunan dan pemberdayaan. Pembangunan dan pemberdayaan kampung diharapkan mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah konsep mengenai penguatan dan kontribusi yang disumbangkan oleh sektor ekonomi riil. Sektor ekonomi riil yang tumbuh dan berkembang dari bawah karena dukungan ekonomi rakyat di desa. Pertumbuhan ekonomi dari bawah bertumpu pada dua hal pokok, yakni memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi lokal untuk memanfaatkan sumber daya milik lokal dalam rangka kesejahteraan bersama dan memperbanyak pelaku ekonomi untuk mengurangi faktor produksi yang tidak terpakai.

Dalam ikhtiar tersebut, PZU pun membuka kesempatan partisipasi aktif bagi ikhwatu iman untuk sama-sama menyejahterakan umat di program Kampung Bangkit melalui sedekah terbaiknya. Melalui kebersamaan, kita yakin setiap ikhtiar akan membuahkan hasil maksimal.

Wallaahu ‘Alam bis Shawab

Bersihkan Harta Dengan Zakat

Zakat Sekarang

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB