Beberapa waktu lalu, salah satu unggahan gambar di Instagram model Kimmy Jayanti banjir komentar dari netizen terkait caranya menggendong Si Kecil yang bernama Kimberly Akira Gregory atau akrab disapa Kira, saat baru berusia 12 hari dengan menggunakan posisi M-Shape.

Padahal, menggendong anak dengan cara tersebut bukanlah ilmu baru. Bahkan kini banyak Moms dan Dads yang sudah menggunakan cara mengendong posisi M-Shape.

Akan tetapi, beberapa masih menganggap posisi tersebut terlalu dini diterapkan, atau bisa menyebabkan kaki bayi mengangkang hingga ia dewasa. Apakah benar demikian?

Kemudian, apa sih pengertian dari posisi M-Shape? Sudahkah Moms dan Dads mengerti sepenuhnya? Cari tahu di bawah ini yuk Moms!

Posisi M-Shape atau Frog Position

Posisi Menggendong M-Shape

Ketika seorang bayi berada di dalam kandungan mereka dibawa dalam posisi janin yang berarti lutut dan pinggul terselit (tertekuk) ke arah tubuh bayi. Punggung bayi ditekuk dalam bentuk C ke arah bayi.

Kemudian, ketika Si Kecil lahir, Mereka tidak otomatis bisa lurus tubuhnya. Mereka mempertahankan postur posisi janin sehingga butuh beberapa bulan sebelum sendi bayi berbaring dan lurus.

Sehingga, menurut Dr Charles Price dari International Hip Dysplasia Institute, posisi yang paling sehat dalam menggendong anak yaitu di mana letak lutut lebih tinggi dari bokong anak.

”Posisi ini disebut dengan M-Shape atau Frog Position, paling aman karena membuat panggul bayi di dalam rongganya sehingga meningkatkan perkembangan pinggul alami, dan tidak akan membuat bayi mengangkang hingga dewasa,” ucapnya.

Sedangkan, posisi yang tidak sehat untuk pinggul selama masa bayi yaitu ketika kaki dipegang dengan pinggung dan lutut lurus dan kaki disatukan yang merupakan kebalikan dari posisi janin.

Posisi M-Shape menghindari posisi tidak sehat ini yang dapat berkontribusi pada perkembangan dislokasi pinggul.

Usia untuk Menggendong Posisi M-Shape

Berdasarkan penelitian dari School of Baby Wearing, posisi M-Shape bisa diterapkan pada si kecil dari newborn hingga 12+. Posisi ini sebaiknya dilakukan sampai Si Kecil mampu berjalan sendiri, dan aman serta telah ditetapkan sebagai standar internasional karena memiliki banyak manfaat.

Untuk bisa membuat bayi dalam berada posisi M-Shape ini, Moms harus memakai gendongan khusus seperti gendongan Soft Structure Carrier (SSC) atau gendongan dengan dudukan. Akan tetapi, tidak semua merk local gendongan bisa digunakan sejak newborn.

Kebanyakan gendongan merk luar negeri yang sudah mulai bisa dipakai dari Si Kecil setelah lahir bahkan beberapa tanpa perlu bantal tambahan.

Nah, ada beberapa manfaat yang bisa Moms dapatkan ketika menggendong Si kecil dengan posisi M-Shape ini. Berikut daftarnya!

1. Memudahkan Moms Bepergian dengan Si kecil.

manfaat gendong bayi

Moms bisa pergi ke suatu tempat tanpa harus membawa kereta dorong dari satu tempat ke tempat lain. Sehingga, membuat tangan Moms bebas serta lebih mudah untuk mengambil barang secara lebih cepat juga membuat Si Kecil aman.

2. Orang Lain Tidak akan Menyentuh Si kecil

Gendongan dengan posisi M-Shape ini membuat Si kecil terlindungi dari tangan-tangan orang dewasa lain yang belum tentu bersih. Penasihat Laktasi Bersertifikat dan Pendidik Bayi Bersertifikat, Marta Ginter mengungkapkan orang-orang umumnya mencintai Si Kecil dan ketika menyukai sesuatu, mereka pasti ingin menyentuhnya.

“Akan tetapi, bila tengah musim sakit seperti flu datang, tidak ada orangtua yang ingin anaknya disentuh secara acak.Tentunya, posisi M-Shape ini lebih mudah untuk menjaga hal tersebut daripada membiarkan anak di kereta bayi,” ucapnya.

3. Mampu Menenangkan Bayi

Bayi tenang ketika digendong

Penelitian “Potential Therapeutics Benefits of Babywearing” oleh Robyn L. Reynolds Miller pada 2016 menyatakan, saat seorang anak disuntik dan lebih dulu digendong dengan posisi M-Shape selama 15 menit, maka berpotensi 85 jarang menangis dan 65 persen lebih jarang meringis menahan sakit. Bahkan, bayi yang sering digendong dengan posisi M-Shape ini juga tidur lebih nyenyak.

Menggendong dengan posisi M-Shape ini menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap stres dan perkembangan psikomotorik pada usia 12 bulan.

“Menggendong juga bermanfaat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Karena mereka mencari stimulasi yang menenangkan diri. Saat menggendong, secara naluriah, kita akan mengayunkan gendongan,” ujar Miller

4. Baik untuk Perkembangan Kognitif dan Sosial

Menggendong Bayi

Nah, Moms ketika Si kecil menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menangis, mereka pada gilirannya lebih banyak waktu untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Si kecil yang digendong dengan posisi M-Shape ini juga dapat melihat apa yang dilihat orang tua mereka, mendengar apa yang orangtua mereka dengar atau katakan, dan secara keseluruhan lebih terlibat dalam kehidupan sehari-hari orang tua mereka.

Sehingga, Si Kecil dapat meningkatkan pembelajaran dan pengembangan kognitif, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

5. Kurangi Risiko Depresi Pascapersalinan

gendong1.jpg

Moms, penelitian menunjukkan menggendong dengan posisi M-Shape ini dapat mengurangi depresi pascapersalinan. Peningkatan kepercayaan diri ini dapat membantu transisi ke ibu, dan meningkatkan kesejahteraan mental ibu baru secara keseluruhan.

Ditambah lagi, dengan menggendong posisi M-Shape ini dapat membantu Moms memecahkan isolasi sosial dengan membuatnya lebih mudah untuk berjalan-jalan, tetap aktif atau bertemu beberapa teman.

Terakhir, hal tersebut juga meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan skin to skin dengan bayi Moms, yang penelitiannya terhubung dengan penurunan tingkat depresi pascapersalinan.

Ternyata, menggendong dengan posisi M-Shape punya banyak keuntungan ya Moms. Kebanyakan orang mungkin belum paham sehingga mereka malah menilai cara menggendong tersebut salah.

sumber : https://parenting.orami.co.id/magazine/mengenal-cara-menggendong-posisi-m-shape-serta-manfaatnya/

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB