KH. Aceng Zakaria
  1. Apa saja yang membatalkan Shaum?

Yang membatalkan shaum itu ada dua macam:

  1. Yang membatalkan shaum dalam arti semuanya batal dan bisa dibayar dengan qadha atau fidyah.
  1. Yang membatalkan nilai shaum dalam arti shaumnya sah tidak harus dibayar dengan qadha atau fidyah tetapi nilai semuanya hampa.

Hal-hal yang membatalkan shaum sebagaimana yang dimaksud dalam poin satu ialah:

  1. Makan: yang dimaksud dengan makan yaitu apa saja yang dimakan lewat mulut baik makan nasi, roti atau makanan yang lainnya, baik dikunyah ataupun tidak.
  1. Minum: yaitu minum apa saja baik air minum ataupun yang bukan air minum seperti minum minyak tanah atau bensin atau yang lainnya.

Makan dan minum membatalkan shaum, kalau dilakukan dengan sengaja. Sedangkan jika lupa maka tidak membatalkan shaum. Hal ini berdasarkan hadits Nabi:

Dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang lupa sedang la berpuasa, kemudian makan atau minum, maka sempurnakanlah shaumnya. Sesungguhnya Allah-lah yang memberi makan dan memberi minum dia.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Bersetubuh dengan istri di siang hari. Disamping batal shaumnya juga ia harus membayar kifarat.
  1. Apa saja yang tidak membatalkan Shaum ?

Banyak hal yang kadang dianggap membatalkan shaum padahal tidak membatalkan seperti:

  1. Menggosok gigi walau pakai pasta gigi tidak membatalkan shaum karena tidak termasuk kategori makan.
  1. Mencabut gigi walau sampai keluar darah tidak membatalkan shaum karena bukan minum darah tetapi mengeluarkan darah.
  1. Diinjeksi tidak membatalkan, injeksi vitamin sekalipun karena tidak termasuk makan dan tidak lewat mulut.
  1. Muntah tidak membatalkan shaum. Abu Hurarah r.a, menyatakan:

“Apabila seseorang muntah maka tidak batal karena muntah itu mengeluarkan bukan       memasukkan.” (H.R. Bukhari, 1:233)

  1. Kentut di dalam air tidak membatalkan shaum karena itu mah keluar bukan masuk.
  1. Keluar sperma atau mani di saat tidur siang tidak membatalkan shaum tetapi harus mandi.
  1. Mencicipi makanan sekedar mengoleskan ke ujung lidah kemudian dimuntahkan lagi tidak membatalkan shaum karena tidak termasuk makan.
  1. Berbekam tidak membatalkan shaum:

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi SAW pernah berbekam padahal beliau sedang shaum.” (H.R. Bukhari, 1:332)

  1. Apa saja yang membatalkan nilai Shaum?

Hal-hal yang membatalkan nilai shaum di antaranya sebagaimana hadits di bawah ini:

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan sia-sia maka tidak ada artinya di sisi Allah meninggalkan makan dan minumnya.” (H.R. Bukhâri, 1:326)

Rasulullah SAW bersabda: “Jika keadaan hari shaum salah seorang di antara kamu, maka jangan berbicara kotor dan jangan bersuara keras. Dan jika seseorang memakinya atau memarahinya maka katakanlah saya sedang shaum.” (H.R. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda: “Shaum itu tidak hanya meninggalkan makan dan minum saja tetapi d shaum itu juga dari meninggalkan perbuatan sia sia dan perkataan yang kotor.”  H.R. Ibnu Khu zaimah)

Ada juga nasihat seorang sahabat:

“Jika kamu berpuasa, maka berpuasalah pen dengaranmu dan penglihatanmu.”

  1. Ibadah apa saja yang diperintahkan di bulan Ramadhan selain ibadah Shaum ?

Banyak yang diperintahkan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan selain ibadah shaum, di antaranya:

  1. Memperbanyak sedekah;

“Adalah Nabi, orang yang paling dermawan an dengan kebaikan, dan beliau paling dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari)

  1. Membaca al-Qur’an dengan mentadabburi isi kandungannya; Al-Qur’an itu 30 juz, kalau mau diprogram untuk bulan Ramadhan satu juz satu hari. Satu Juz Itu 9 lembar dapat dibagi ba’da subuh 3 lembar ba’da zhuhur 3 lembar bara ‘ashar 3 lembar. Berarti satu juz satu hari, 30 hari 30 juz Atau kalau mau diprogram 10 juz satu bulan berarti satu Juz 3 hari, berarti setiap hari hanya 3 lembar.
  1. Banyak berdo’a; Dalam satu hadits dinyatakan do’a yang sedang shaum tidak akan ditolak:

Rasulullah SAW bersabda: “Tiga (orang) tidak akan ditolak doa mereka; pertama imam yang adil; kedua yang sedang berpuasa sampai berbuka dan ketiga doa orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat do’anya di bawah awan dan dibukakan pintu-pintu langit. Allah mengatakan: Akan Aku tolong kamu walau setelah lewat waktu.” (H.R. Ibnu Majah, 1:557)

  1. Dan ibadah-ibadah sosial yang lainnya, seperti memberi seseorang untuk berbuka shaum, memeringankan beban orang lain, membantu menyelesaikan kepentingannya dan ibadah-ibadah yang lainnya.
  1. Apakah merokok membatalkan Shaum ?

Rokok menurut para peneliti baru ada kira-kira 700 tahun setelah Nabi Muhammad. Berarti tidak mungkin ada dalil yang qath’i (pasti) yang menyatakan bahwa merokok itu membatalkan atau tidak membatalkan shaum. Karenanya para ulama juga berbeda pendapat tentang merokok. Sebahagian berpendapat membatalkan sementara sebahagian lain berpendapat tidak membatalkan shaum.

Yang berpendapat tidak membatalkan mengingat tidak ada materi yang masuk ke tenggorokan, hanya berupa asap saja. Sementara yang berpendapat membatalkan mengingat merokok itu termasuk kategori “syurb” (minum). Merokok dalam bahasa arab disebut syurb ad-dukhan (minum rokok). Berarti apapun yang termasuk syurb tentu membatalkan shaum termasuk merokok.

  1. Bagaimana hukum menggunakan alat penyemprot bagi yang shaum yang menderita penyakit asma atau sesak nafas ?

Menggunakan alat semprot bagi yang shaum menderita penyakit asma atau sesak nafas tidfak apa-apa, dalam artian tidak membatalkan shaum karena alat/bahan semprot ini tidak sampai ke perut, tetapi hanya sampai ke saluran pernapasan untuk melegakan pernapasan, dan ini tidak termasuk kategori makan atau minum.

Demikianlah fatwa Syaikh Utsaimin dalam kitabnya Fatawa Syar’iyyah Fi Masail ‘Ashriyyah, hal: 902.

  1. Bagaimana jika seseorang mengira sudah maghrib karena sudah mendung kemudian berbuka puasa padahal ternyata belum magrib, apakah sah shaumnya ?

Jika seseorang berbuka puasa karena mengira sudah terbenam matahari ternyata matahari belum terbenam, maka batallah puasanya dan harus qadha karena;

الاصل بقاء النهار

“Karena yang asal siang itu masih ada.”

Berbeda jika seseorang makan karena ia mengira masih malam, ternyata sudah subuh (terbit fajar), maka sah puasanya dan tidak harus qadha karena;

الأصل بقاء الليل.

“Karena yang asal ia berada di waktu malam.”

  1. Bagaimana kifarat orang yang mencampuri istri S nya di siang hari Ramadhan ?

Pernah terjadi di zaman Nabi SAW seseorang yang mencampuri istrinya di siang hari bulan Ramadhan, kemudian Nabi SAW memerintahkan untuk membayar kifaratnya dengan memerdekakan hamba sahaya, tetapi dia tidak sanggup, kemudian Nabi memenawarkan kifaratnya dengan puasa dua bulan berturut-turut, tetapi dia juga tidak sanggup, kemudian Nabi SAW menawarkan lagi dengan memberi makanan kepada 60 miskin tetapi ia juga tidak sanggung.

Hadits ini menunjukkan bahwa kifarat mencampuri istri di siang hari bulan Ramadhan ialah;

  1. Memerdekakan hamba sahaya. Tetapi untuk kondisi di Indonesia tentu saja tidak mungkin.
  1. (berarti tinggal alternatif yang kedua), yaitu shaum 2 bulan terus menerus.
  1. (dan jika tidak sanggup, maka dengan) memberi makanan kepada 60 miskin.
  1. Jika seorang suami mencampuri istrinya pada siang hari Ramadhan, maka siapakah yang harus membayar kafarat ? apakah suaminya saja atau kedua-duanya ?

Dalam kasus seseorang yang mencampuri istrinya di siang hari pada zaman Nabi, ternyata Nabi SAW hanya memerintahkan membayar kifarat itu kepad suaminya saja dan tidak memerintahkan membaca kifarat kepada istrinya. Dengan kata lain, karena istrinya itu Maf’ul Bih (yang diperlakukan atau objek), kecuali kalau memang istrinya juga sadar untuk diperlakukan seperti itu, maka dua-duanya wajib membayar kafarat. Dan jika istrinya itu di paksa, maka tidak ada kifarat bagi istrinya.

  1. Bolehkah membagikan kifarat itu kepada 10 miskin dengan ukuran kira-kira 6 liter beras per orang ?

Ketentuan membagikan kifarat itu menurut al-Quran harus kepada 60 miskin dengan ukuran kira kira 1 liter beras per orang. Berarti tidak boleh membagikannya hanya kepada 10 orang, umpamanya dengan ukuran 6 liter per orang.

Hal-hal Yang Membatalkan Shaum

  1. Apa saja yang membatalkan Shaum?

Yang membatalkan shaum itu ada dua macam:

  1. Yang membatalkan shaum dalam arti semuanya batal dan bisa dibayar dengan qadha atau fidyah.
  1. Yang membatalkan nilai shaum dalam arti shaumnya sah tidak harus dibayar dengan qadha atau fidyah tetapi nilai semuanya hampa.

Hal-hal yang membatalkan shaum sebagaimana yang dimaksud dalam poin satu ialah:

  1. Makan: yang dimaksud dengan makan yaitu apa saja yang dimakan lewat mulut baik makan nasi, roti atau makanan yang lainnya, baik dikunyah ataupun tidak.
  1. Minum: yaitu minum apa saja baik air minum ataupun yang bukan air minum seperti minum minyak tanah atau bensin atau yang lainnya.

Makan dan minum membatalkan shaum, kalau dilakukan dengan sengaja. Sedangkan jika lupa maka tidak membatalkan shaum. Hal ini berdasarkan hadits Nabi:

Dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang lupa sedang la berpuasa, kemudian makan atau minum, maka sempurnakanlah shaumnya. Sesungguhnya Allah-lah yang memberi makan dan memberi minum dia.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Bersetubuh dengan istri di siang hari. Disamping batal shaumnya juga ia harus membayar kifarat.
  1. Apa saja yang tidak membatalkan Shaum ?

Banyak hal yang kadang dianggap membatalkan shaum padahal tidak membatalkan seperti:

  1. Menggosok gigi walau pakai pasta gigi tidak membatalkan shaum karena tidak termasuk kategori makan.
  1. Mencabut gigi walau sampai keluar darah tidak membatalkan shaum karena bukan minum darah tetapi mengeluarkan darah.
  1. Diinjeksi tidak membatalkan, injeksi vitamin sekalipun karena tidak termasuk makan dan tidak lewat mulut.
  1. Muntah tidak membatalkan shaum. Abu Hurarah r.a, menyatakan:

“Apabila seseorang muntah maka tidak batal karena muntah itu mengeluarkan bukan       memasukkan.” (H.R. Bukhari, 1:233)

  1. Kentut di dalam air tidak membatalkan shaum karena itu mah keluar bukan masuk.
  1. Keluar sperma atau mani di saat tidur siang tidak membatalkan shaum tetapi harus mandi.
  1. Mencicipi makanan sekedar mengoleskan ke ujung lidah kemudian dimuntahkan lagi tidak membatalkan shaum karena tidak termasuk makan.
  1. Berbekam tidak membatalkan shaum:

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi SAW pernah berbekam padahal beliau sedang shaum.” (H.R. Bukhari, 1:332)

  1. Apa saja yang membatalkan nilai Shaum?

Hal-hal yang membatalkan nilai shaum di antaranya sebagaimana hadits di bawah ini:

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan sia-sia maka tidak ada artinya di sisi Allah meninggalkan makan dan minumnya.” (H.R. Bukhâri, 1:326)

Rasulullah SAW bersabda: “Jika keadaan hari shaum salah seorang di antara kamu, maka jangan berbicara kotor dan jangan bersuara keras. Dan jika seseorang memakinya atau memarahinya maka katakanlah saya sedang shaum.” (H.R. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda: “Shaum itu tidak hanya meninggalkan makan dan minum saja tetapi d shaum itu juga dari meninggalkan perbuatan sia sia dan perkataan yang kotor.”  H.R. Ibnu Khu zaimah)

Ada juga nasihat seorang sahabat:

“Jika kamu berpuasa, maka berpuasalah pen dengaranmu dan penglihatanmu.”

  1. Ibadah apa saja yang diperintahkan di bulan Ramadhan selain ibadah Shaum ?

Banyak yang diperintahkan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan selain ibadah shaum, di antaranya:

  1. Memperbanyak sedekah;

“Adalah Nabi, orang yang paling dermawan an dengan kebaikan, dan beliau paling dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari)

  1. Membaca al-Qur’an dengan mentadabburi isi kandungannya; Al-Qur’an itu 30 juz, kalau mau diprogram untuk bulan Ramadhan satu juz satu hari. Satu Juz Itu 9 lembar dapat dibagi ba’da subuh 3 lembar ba’da zhuhur 3 lembar bara ‘ashar 3 lembar. Berarti satu juz satu hari, 30 hari 30 juz Atau kalau mau diprogram 10 juz satu bulan berarti satu Juz 3 hari, berarti setiap hari hanya 3 lembar.
  1. Banyak berdo’a; Dalam satu hadits dinyatakan do’a yang sedang shaum tidak akan ditolak:

Rasulullah SAW bersabda: “Tiga (orang) tidak akan ditolak doa mereka; pertama imam yang adil; kedua yang sedang berpuasa sampai berbuka dan ketiga doa orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat do’anya di bawah awan dan dibukakan pintu-pintu langit. Allah mengatakan: Akan Aku tolong kamu walau setelah lewat waktu.” (H.R. Ibnu Majah, 1:557)

  1. Dan ibadah-ibadah sosial yang lainnya, seperti memberi seseorang untuk berbuka shaum, memeringankan beban orang lain, membantu menyelesaikan kepentingannya dan ibadah-ibadah yang lainnya.
  1. Apakah merokok membatalkan Shaum ?

Rokok menurut para peneliti baru ada kira-kira 700 tahun setelah Nabi Muhammad. Berarti tidak mungkin ada dalil yang qath’i (pasti) yang menyatakan bahwa merokok itu membatalkan atau tidak membatalkan shaum. Karenanya para ulama juga berbeda pendapat tentang merokok. Sebahagian berpendapat membatalkan sementara sebahagian lain berpendapat tidak membatalkan shaum.

Yang berpendapat tidak membatalkan mengingat tidak ada materi yang masuk ke tenggorokan, hanya berupa asap saja. Sementara yang berpendapat membatalkan mengingat merokok itu termasuk kategori “syurb” (minum). Merokok dalam bahasa arab disebut syurb ad-dukhan (minum rokok). Berarti apapun yang termasuk syurb tentu membatalkan shaum termasuk merokok.

  1. Bagaimana hukum menggunakan alat penyemprot bagi yang shaum yang menderita penyakit asma atau sesak nafas ?

Menggunakan alat semprot bagi yang shaum menderita penyakit asma atau sesak nafas tidfak apa-apa, dalam artian tidak membatalkan shaum karena alat/bahan semprot ini tidak sampai ke perut, tetapi hanya sampai ke saluran pernapasan untuk melegakan pernapasan, dan ini tidak termasuk kategori makan atau minum.

Demikianlah fatwa Syaikh Utsaimin dalam kitabnya Fatawa Syar’iyyah Fi Masail ‘Ashriyyah, hal: 902.

  1. Bagaimana jika seseorang mengira sudah maghrib karena sudah mendung kemudian berbuka puasa padahal ternyata belum magrib, apakah sah shaumnya ?

Jika seseorang berbuka puasa karena mengira sudah terbenam matahari ternyata matahari belum terbenam, maka batallah puasanya dan harus qadha karena;

الاصل بقاء النهار

“Karena yang asal siang itu masih ada.”

Berbeda jika seseorang makan karena ia mengira masih malam, ternyata sudah subuh (terbit fajar), maka sah puasanya dan tidak harus qadha karena;

الأصل بقاء الليل.

“Karena yang asal ia berada di waktu malam.”

  1. Bagaimana kifarat orang yang mencampuri istri S nya di siang hari Ramadhan ?

Pernah terjadi di zaman Nabi SAW seseorang yang mencampuri istrinya di siang hari bulan Ramadhan, kemudian Nabi SAW memerintahkan untuk membayar kifaratnya dengan memerdekakan hamba sahaya, tetapi dia tidak sanggup, kemudian Nabi memenawarkan kifaratnya dengan puasa dua bulan berturut-turut, tetapi dia juga tidak sanggup, kemudian Nabi SAW menawarkan lagi dengan memberi makanan kepada 60 miskin tetapi ia juga tidak sanggung.

Hadits ini menunjukkan bahwa kifarat mencampuri istri di siang hari bulan Ramadhan ialah;

  1. Memerdekakan hamba sahaya. Tetapi untuk kondisi di Indonesia tentu saja tidak mungkin.
  1. (berarti tinggal alternatif yang kedua), yaitu shaum 2 bulan terus menerus.
  1. (dan jika tidak sanggup, maka dengan) memberi makanan kepada 60 miskin.
  1. Jika seorang suami mencampuri istrinya pada siang hari Ramadhan, maka siapakah yang harus membayar kafarat ? apakah suaminya saja atau kedua-duanya ?

Dalam kasus seseorang yang mencampuri istrinya di siang hari pada zaman Nabi, ternyata Nabi SAW hanya memerintahkan membayar kifarat itu kepad suaminya saja dan tidak memerintahkan membaca kifarat kepada istrinya. Dengan kata lain, karena istrinya itu Maf’ul Bih (yang diperlakukan atau objek), kecuali kalau memang istrinya juga sadar untuk diperlakukan seperti itu, maka dua-duanya wajib membayar kafarat. Dan jika istrinya itu di paksa, maka tidak ada kifarat bagi istrinya.

  1. Bolehkah membagikan kifarat itu kepada 10 miskin dengan ukuran kira-kira 6 liter beras per orang ?

Ketentuan membagikan kifarat itu menurut al-Quran harus kepada 60 miskin dengan ukuran kira kira 1 liter beras per orang. Berarti tidak boleh membagikannya hanya kepada 10 orang, umpamanya dengan ukuran 6 liter per orang.

Latest News

Divi in the News

Press Releases

Latest News & Upcoming Events

Pembangunan Tahap Pertama “Rumah Cahaya Bangkit co Working space”

Pembangunan Tahap Pertama “Rumah Cahaya Bangkit co Working space”

www.pzu.or.od, Bandung. Rumah Cahaya Bangkit co Working space” ini merupakan sinergi antara antara PZU dan YBM PLN serta PemKot Bandung. Dalam perencanaan kedepannya  Rumah Cahaya Bangkit ini akan menjadi wadah tempat dilaksanakannya berbagai macam pelatihan seperti...

PZU Meringankan Biaya Pendidikan Anak Sekolah Di Tengah Pandemi

PZU Meringankan Biaya Pendidikan Anak Sekolah Di Tengah Pandemi

Ahad (04 Oktober 2020) Pusat Zakat Umat (PZU) KLP Bandung Kulon menyalurkan bantuan meringankan biaya pendidikan anak sekolah atau santri dari jenjang SD/MI – SMA/MA. Anak–anak yang diberikan bantuan tersebut berasal dari kalangan keluarga anggota PERSIS, Simpatisan...

PZU KLP Cihideung Laksanakan Bakti Sosial Bersama PPI 07 Cempakawarna

PZU KLP Cihideung Laksanakan Bakti Sosial Bersama PPI 07 Cempakawarna

www.pzu.or.id Tasikmalaya, Rabu (30/09/20), Rijalul Ghad dan Ummahatul Ghad Mu’allimin PPI 07 Cempakawarna bersinergi dengan PZU KLP Cihideung telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berbagi 145 Paket Nasi untuk Warga babakan Selakaso. Inisiator kegiatan bakti sosial...

Gerakan Kepedulian Di Karang Anyar

Gerakan Kepedulian Di Karang Anyar

Bandung-pzu.or.id, Pusat Zakat Umat kembali bersinergi dengan salah satu kelurahan di Kota Bandung, yaitu kelurahan Karang Anyar. Kerja sama tersebut berupa program Gerakan Matahari (Lima Ratus Setiap Hari). Dan pada hari Rabu (30 September 2020) dilaksanakan...

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB