KH. Muhammad Romli

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ, مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, أَمَّا بَعْدُ!

Hakikat ibadah qurban ialah mendekatkan diri kepada Allah yang pembangkit niatnya ketakwaan, dan dilakukan sesuai dengan aturan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Syariat telah menetapkan berbagai aturan qurban yang harus dipatuhi. Begitu pula tentang adab-adabnya, antara lain:

  • Pisaunya harus tajam dan tidak boleh diperlihatkan kepada binatang yang akan disembelih sebab binatang pun mempunyai perasaan dan itu termasuk menzalimi binatang. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanm. (HR. Muslim)

  • Ketika menyembelih, binatang hewan qurban setelah menghembuskan nafasnya, lalu pisau langsung disembelihkan agar darah yang keluar habis sehingga dagingnya tidak bau.
  • Harus dipastikan bahwa binatang yang disembelih betul-betul telah mati sebelum dikuliti atau dipotong bagiannya. Sebab bagian tubuh yang dipotong dari binatang yang masih hidup itu adalah bangkai. Rasulullah bersabda:

مَا قُطِعَ مِنْ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيِّتٌ

“Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka yang dipotong tersebut adalah bangkai.” (HR. Al-Hakim)

Disamping itu masih banyak permasalahan yang muncul di kalangan masyarakat yang perlu penjelasan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di antaranya:

  • Ada kebiasaan di suatu daerah mencari hewan qurban itu yang hitam matanya yang disebut ‘riben’, sehingga hewan yang lainnya tidak diminati.
  • Di kalangan masyarakat masih banyak anggapan lebih utama menyembelih hewan qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah sehingga tidak mau bila disembelih pada hari tasyriq.
  • Menghadapkan binatang yang akan di sembelih ke arah kiblat.

 

Maka dengan hadirnya Kutaibat ini mudah-mudahan dapat menjadi pedoman bagi umat serta menentramkan dalam pelaksanaan ‘Idul Adha dan seputar ibadah qurban.

 

 

Cibegol, 21 Dzul Qa’dah 1440 H / 24 Juli 2019 M

 

Dewan Hisbah Persatuan Islam

Ketua,

Muhammad Romli

 

Dewan Hisbah Persatuan Islam. 2019. Masalah Seputar Idul Adha dan Qurban. Bandung-Persispres

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB