Istilah Qurban bukanlah merupakan istilah yang asing untuk kita dengar, terutama kita sebagai umat Islam. Ibadah qurban yang setiap tahun kita laksanakan merupakan perintah dari Allah Swt yang telah dijelaskan baik dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Melaksanakan perintah qurban merupakan suatu upaya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Qurban mengingatkan sesorang mukmin kepada satu peristiwa yang melukiskan satu kesediaan memberi qurban kepada yang lebih tinggi dan lebih besar, yakni peristiwa pengorbanan yang diperintahkan Allah kepada Ibrahim dan anaknya Ismail. Pada saat usia Ismail kira-kira telah mencapai 7 tahun, Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan oleh Allah Swt untuk menyembelih Ismail a.s. Peristiwa tersebut disampaikan oleh Allah Swt dalam Al-Qur’an yaitu pada QS. Ash-Shaffat: 102, yang artinya: “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya Aku bermimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” dia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”
Secara bahasa kata Qurban berasal dari kata قَرُبَ يَقْرُبُ قُرْبًا قُرْبَانًا yang artinya menghampirinya atau mendekatinya.1 Sedangkan menurut istilah syara‟ Qurban ialah binatang ternak yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt pada hari Adha, tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyriq. (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah)
Hari raya qurban benar-benar menyimpan sejuta makna yang sangat berharga bagi kita dan kaum muslimin di mana pun berada yang takkan pernah hilang dimakan rentang waktu. Berqurban tidaklah semata-mata hanya persoalan menyembelih hewan pada waktu Iedul Qurban. Tetapi, lebih jauh dari hal itu yaitu menunaikan dan mewujudkan misi tauhid dan keikhlasan untuk Allah saja, dan tak bisa dipungkiri bahwa kini banyak sekali umat Islam yang berqurban hanya dimotivasi oleh pahala yang dijanjikan semata dan meninggalkan makna sesungguhnya yaitu makna solidaritas dan jiwa sosial.


Jika ibadah qurban hanya didasari oleh keinginan untuk memperoleh pahala saja, maka tak pelak ibadah qurban ini hanya akan berdampak kepada kepuasan psikologis seseorang secara individual. Sementara pengaruhnya terhadap kehidupan sosial hanya sebatas ritual memberikan daging di hari itu saja. Oleh karena itu pemahaman akan hakikat sesungguhnya akan ibadah qurban perlu diluruskan.
Dalam Islam ibadah qurban mengandung dua dimensi. Pertama adalah dimensi spiritual-transendental sebagai konskuensi dari kepatuhan kepada Allah. Sehingga, melakukan qurban (dalam arti yang lebih luas) semestinya tidak hanya pada saat Idul Adha melainkan di setiap saat kita harus dapat mengurbankan apa yang kita miliki sebagai upaya taqarrub kita kepada Allah. Sifat demikian secara konkrit mempunyai dampak positif horisontal yakni terpenuhinya kesejahteraan sosial.
Dimensi kedua adalah dimensi sosial humanis yang nampak dalam pola pendistribusian hewan qurban yang secara khusus diperuntukkan bagi mereka yang berhak (mustahiq). Namun, demensi ini akan bernilai manakala disertai dengan refleksi ketakwaan kepada Allah. Artinya melakukan qurban dalam bingkai niat karena Allah mampu mengaplikasikan solidaritas sosial. lni berarti pendistribusian daging kepada yang berhak yakni fakir miskin mengandung makna dan nilai upaya pengentasan mereka ke dalam taraf hidup yang lebih baik, dan wujud kongkrit kepedulian kepada para fakir miskin sebagai solidaritas sosial. Oleh karena itu pemaknaan ibadah qurban kiranya menjadi sangat perlu dikontekstualisasikan dalam rangka mencapai tujuan pensyariatan Islam yakni tercapainya kemaslahatan dunia akhirat.
Maka dari itu, Pusat Zakat Umat hadir sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang bertugas untuk memfasilitasi para calon mudhohi menitipkan saham qurbannya dengan program Qurban Super Barakah. Program Qurban Super Barokah (QSB) merupakan program unggulan Pusat Zakat Umat (PZU) dalam menyambut kemeriahan hari raya Iedul Adha dan mengajak kepada para calon mudhohi untuk berbagi kebahagiaan tanpa batas kepada mereka yang masih dilanda kemiskinan, dengan memiliki sifat gemar berqurban di setiap tahunnya.
Program Qurban Super Barokah (QSB) tahun ini mengusung tema: “Menjangkau Pelosok, Menebar Berkah, Sesuai Syariat” dimana program Qurban Super Barokah (QSB) ini menjangkau sampai ke pelosok dalam negri dan luar negri. Target wilayah distribusi dalam negri kita salurkan ke daerah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, untuk luar negri kita prioritaskan ke negara Palestina, Sudan, Yaman, dan Suriah.
Dengan demikian, kami mengajak kepada semua para calon mudhohi yang insyaallah pada tahun ini sudah mempunyai niat untuk berqurban, jangan segan untuk menitipkan qurbannya ke Pusat Zakat Umat. Insya Allah akan kami salurkan kepada mereka yang berhak menerima manfaat dari kedermawanan para mudhohi sekalian.
Wallahu’alam

Oleh: Muhammad Nur Rahman

Ketua PO Qurban Super Barokah 2019

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB