Gaza – Pusat Informasi Palestina + -+-
Meskipun tidak ada kasus infeksi coronavirus yang ditemukan di Jalur Gaza, namun fenomena Idul Adha dan tanda-tandanya tampak hampir tidak ada di pasar-pasar Jalur Gaza, untuk persiapan menyambut kedatangannya, terutama di tengah-tengah penyebaran virus global dan pembatalan musim haji tahun ini karena pandemi.

Idul Adha dikenal sebagai pesta daging dan kurban. Di mana warga biasanya enggan membeli kebutuhan dan persediaan, dan mencukupkan diri dengan persediaan dan pakaian yang mereka beli pada Idul Fitri.

Meskipun ada kemudahan besar yang terjadi di Jalur Gaza karena fakta tidak ditemukannya satu kasus pun di dalam Jalur Gaza, namun kehati-hatian dan bahaya masih ada menurut penegasan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri di Gaza karena ditemukannya kasus baru di antara para pasien dan pendamping mereka yang kembali dari luar Jalur Gaza.

Meskipun warga di Jalur Gaza yakin dan merasa tenang karena langkah-langkah kesehatan dan keamanan yang ketat untuk para pelancong yang menyeberang masuk ke Jalur Gaza serta perpanjangan masa karantina untuk mereka dan pengetatan pada mereka, namun Jalur Gaza, terutama roda ekonomi, sangat dan jelas terdampak oleh krisis pandemi yang terus melanda dunia ini, terutama negara-negara di sekitarnya termasuk Tepi Barat.

Lumpuh

Muhammad Badran, lelaki berusia 36 tahun yang menjadi adalah pemilik toko pakaian anak-anak dan menerima permintaan selama liburan hari-hari besar ini mengatakan bahwa pergerakan pasar khususnya pada hari raya Idul Adha ini lumpuh.

Dengan telunjuk jarinya, dia menunjuk ke sepanjang Jalan Al-Mukhtar, yang sering penuh sesak dengan orang yang lewat pada saat-saat seperti ini untuk menyambut hari raya, namun kini terlihat sepi. Sambil menunjuk dia mengatakan, “Lihat, inikah pergerakan pasar menyambut kedatangan pada hari raya yang jatuh pada hari Jumat?”

Tetangganya, Hamed Abdel Rauf, mengatakan bahwa pasar pada Idul Adha, pergerakannya yang ada biasanya tidak seramai daripada Idul Fitri setiap tahun.

Persiapan sekolah

Dengan dekatnya waktu sekolah yang akan mulai aktif di Jalur Gaza, warga Gaza lebih memilih untuk mempersiapkan tahun ajaran baru daripada persiapan untuk Idul Adha. Mereka lebih memilih membeli perlengkapan sekolah untuk anak-anak mereka setelah lama absen dari sekolah karena pandemi.

Kementerian Pendidikan telah mengumumkan dimulainya tahun ajaran baru pada awal Agustus mendatang. Hal ini mendorong orang tua untuk memfokuskan pengeluaran mereka pada perlengkapan pokok sekolah dari pada kebutuhan sekunder untuk Idul Adha.

Pedagang Said Duwaim, mengatakan bahwa tahun ini dia mengimpor tas sekolah dan perlengkapan sekolah dalam jumlah besar dibandingkan dengan kebutuhan untuk Idul Adha, yang masanya akan berakhir dengan berakhirnya Idul Adha.

Sementara itu Ummu Ramzi mengatakan bahwa dia tidak berniat untuk membeli pakaian Idul Adha untuk empat anaknya. Akan tetapi dia berniat untuk mempersiapkan mereka dengan penyediaan pakaian dan tas sekolah dalam persiapan untuk tahun ajaran baru.

Sedang saudara perempuannya, Ummu Ahmed, dia mengatakan bahwa virus Corona membuat orang kehilangan banyak hal. Bahkan kegembiraan hari raya menjadi hambar karena Corona.

Penurunan impor

Menurut para pengamat ekonomi, impor pasokan kewbutuhan hari raya telah berkurang sejak hari raya Idul Fitri hingga lebih dari 40%, disebabkan oleh karena krisis keuangan yang dialami para pedagang karena akibat pandemi Corona.

Ekonom Maher Al-Tabbaa mengatakan bahwa Jalur Gaza sudah mengalami tragedi ekonomi, kehidupan, dan kemanusiaan yang dahsyat akibat blokade sampai datang krisis pandemi Corona yang semakin memperburuk keadaan.

Al-Tabbaa memperingatkan tentang bertambahnya tingkat kerawanan pangan di antara keluarga-keluarga Palestina di Jalur Gaza, di mana telah mencapai lebih dari 70%, yang berarti bahwa krisis Corona telah memperburuk tingkat krisis yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Krisis Corona – menurut ekonom ini – telah menyebabkan penurunan daya beli warga, bahkan selama musim hari raya. Dia menjelaskan bahwa banyak warga yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli pasokan hari raya, yang secara langsung mempengaruhi pergerakan pasar. (was/pip)

Baca lebih lanjut di
https://melayu.palinfo.com/15738
@Copyright Pusat Informasi Palestina,All right reserved

Bersihkan Harta Dengan Zakat

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB