oleh:

Siti ZayyiniHurun’in,  MESy.  (DIrektur Keuangan Pusat Zakat Umat)

www.pzu.or.id, Bandung. Pusat Zakat Umat (PZU) Lembaga Zakat Persatuan Islam yang beroperasi dalam skala nasional dinilai berhasil dalam menata keuangan, yang dibuktikan dengan terbitnya laporan pemeriksaan dari Akuntan Publik dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 9 (sembilan) kali berturut-turut. Pendapat WTP merupakan pendapat Akuntan Publik paling sempurna dan mempunyai tingkat kualifikasi yang paling tinggi dibanding pendapat lainnya. Bagi perusahaan atau pun lembaga seringkali menjadi syarat untuk menjalin hubungan atau kerjasama bisnis/program dengan pihak lain, adapun bagi manajemen pendapat WTP ini merupakan suatu indikasi proses manajemen telah berjalan dengan baik.

Hal yang berbeda di audit tahun ini adalah pemeriksaan laporan keuangan tahun 2019 yang bertepatan dengan pandemic covid-19. Komitmen kami pandemic tidak boleh menjadi hambatan, Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Pusat Zakat Umat (PZU) harus dapat menunaikan kewajiban untuk melaporkan laporan keuangan yang telah diperiksa Akuntan Publik kepada berbagai pihak, seperti kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui BAZNAS RI, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP. Persis), masyarakat umum khususnya para muzaki dan donatur baik itu perusahaaan maupun perorangan.

Pelaksanaan pemeriksaan pada masa pandemic oleh Akuntan Publik berjalan sebagaimana tahun sebelumnya dengan berbagai pemeriksaan yang mendetail terhadap semua data, bukti-bukti dan bagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan kepada pemegang kas, konfirmasi bank dana aset fisik pun dilakukan oleh Akuntan Publik secara langsung tanpa melalui daring atau online. Standar-standar pemeriksaan tampak dilaksanakan untuk menunjang kualitas audit, perolehan bukti dilakukan secara ketat sebagaimana biasanya. Perbedaan dengan audit sebelumnya, hanya pada waktu pelaksanaan pemeriksaan, yang semula dilaksanakan di semester pertama, pada tahun ini baru dapat dilaksanakan di semester 2 tahun 2020.

Perbedaan lainnya dalam laporan auditor menyatakan bahwa; “Kami (Akuntan Publik) membawa perhatian kecatatan no. 23 atas laporan keuangan yang menjelaskan tentang kelangsungan usaha entitas akibat dampak yang ditimbulkan dari pandemic Corona virus Disease-2019 (covid-19). Opini kami (Akuntan Publik) tidak dimodifikasi dengan hal tersebut”. Penyampaian auditor pada paragraph terakhir ini dimaksudkan pada kejadian setelah 31 Desember 2019 berkaitan dengan dampak wabah covid-19, dikarenakan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dunia yang rendah berpotensi akan memberi dampak pada operasional PZU. Laporan keuangan di tahun 2019 ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin akan timbul sebagai dampak dari ketidakpastian. PZU sebagai entitas keuangan memiliki resiko dan ketidakpastian sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan situasi akan mengubah proyeksi dan mempengaruhi kelangsungan usaha. Kedepannya pada pemeriksaan laporan keuangan tahun 2020, bisa saja kebijakan-kebijakan keuangan yang diambil manajemen akan mempengaruhi hasil opini yang akan datang. Wallahu’alambish-showab.

Pencapaian WTP selama 9 (sembilan) kali tentu saja dapat terjadi karena kerjasama tim yang solid dan saling mendukung. Demikian juga untuk WTP ke-9 ini atas kerjasama team keuangan tahun 2019, saya menyampaikan terima kasih untuk dedikasi dan profesionalisme yang diimplementasikan dengan ikhlas dan sabar.

foto: Tim Direktorat Keuangan  Pusat Zakat Umat

 

 

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB