Orang yang tidak mau mengeluarkan Zakat, berarti ia telah mengkhianati keislaman dan  keimanannya. Apalagi Zakat selain berdimensi ibadah mahdloh, juga memiliki dimensi sosial, karena Zakat termasuk salah satu ibadah yang bersifat Qodlo’iy, yaitu ibadah yang jika tidak dilaksanakan, akan ada hak orang lain yang terambil, yaitu hak para mustahiq. Oleh karena itu, ancaman dan hukuman bagi orang yang tidak mengeluarkan zakat akan sangat berat. Baik hukuman di dunia maupun di akhirat kelak.

                Bagi mereka yang sudah kena kewajiban zakat, tapi tidak mau membayarnya, maka siksa yang pedih akan mereka terima  di akhirat kelak. Bahkan ancaman Allah SWT demikian kerasnya.

وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلَ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ ِلأَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ (التوْبة :٣٤٣٥)

“Orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, peringatkanlah mereka tentang azab yang pedih. Pada hari emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, lalu dibakar dengannya dahi-dahi mereka, rusuk-rusuk, dan punggung, dan dikatakan kepada mereka, “Inilah kekayaan yang kalian timbun dahulu, rasakanlah oleh kalian kekayaan  yang kalian simpan itu.” (Q.S. AtTaubah : 34-35)

Bukhari meriwayatkan sebuah Hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda :

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ : (وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ…)

“Siapa yang dikaruniai oleh Allah kekayaan tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan didatangi oleh seekor ular jantan gundul, yang sangat berbisa dan sangat menakutkan dengan dua bintik di atas kedua matanya, lalu melilit dan mematuk leherya sambil berteriak, ‘Saya adalah kekayaanmu, saya adalah perhiasanmu, yang kau timbun-timbun dahulu.’ Lalu Nabi membaca ayat, “ Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. “.

Sabda Rasulullah saw:

مَا مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّابْتَلاَهُمُ اللهُ بِالسِّنِيْنَ

“Golongan orang-orang yang tidak mengeluarkan Zakat akan Allah timpakan kepada mereka kelaparan dan kemarau panjang.” (H.R. Thabrani)

وَلَمْ يَمْنَعُوْا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوْا الْمَطَرُ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْ لاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوْا

“Bila mereka tidak mengeluarkan Zakat, berarti mereka menghambat hujan turun. Seandainya binatang tidak ada, pastilah mereka tidak akan diberi hujan”. (H.R. Ibnu Majah dan Baihaqi)

Dalam harta kita ada hak mustahiq, jika kita tidak mengeluarkan zakatnya, maka sama artinya kita mengambil harta yang menjadi hak mereka. Secara aplikatif, derajatnya sama dengan orang yang melakukan korupsi, karena mengambil harta yang bukan haknya. Di akhirat, sebagaimana dikemukakan oleh keterangan-keterangan di atas, hukuman yang akan diterima oleh para pengingkar Zakat akan jauh lebih berat.

 

Sumber: Buku Petunjuk Zakat Praktis

 

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB