Dr. Haris Muslim

 

Dalam dunia usaha kita mengenal istilah pailit, atau bangkrut. Orang yang pailit adalah mereka yang rugi sehingga bukan hanya untung yang didapat, modal pun melayang.
Dalam melaksanakan ibadah pun demikian, amalan ibadah yang kita lakukan akan hilang tak berguna bahkan bisa membawa ke neraka jika tidak bisa menjaganya dengan akhlak mulia dalam berucap dan bertindak. Orang seperti ini di akhirat kelak akan merugi bahkan amalnya hampa, dan itulah kebangkrutan sesungguhnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: «إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ» رواه مسلم : 59 (2581).

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, : “Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?” Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang bangkrut) itu adalah yang tidak mempunyai dirham (uang) maupun harta benda.” Tetapi Nabi SAW bersabda : “Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, shaum dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci, menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim : no. 59 [2581]).

Ada pelajaran berharga dari hadis ini, bahwa amal ibadah harus berbuah akhlak karimah. Seorang yang taat beribadah akan berdampak pada prilakunya dalam menjaga lisan dan tindakan. Jika tidak, maka bisa membawa kebangrutan sejati di akhirat kelak.

Karena itu Nabi SAW mengingatkan,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻌَّﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﻄَّﻌَّﺎﻥِ، ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺶِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺒَﺬِﻱﺀِ

“Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak suka melaknat, mencela, berkata keji/jorok, dan kotor” (HR. Ahmad : no. 3947).

Dalam konteks ibadah shaum, Nabi pun memberikan didikan agar amal ibadah berbuah prilaku yang baik tidak sekedar ritual semata. Sehingga orang yang shaum tanpa menjaga prilakunya, pahalanya akan hampa. Ia hanya kebagian lapar dan dahaga saja.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَكَمْ مِنْ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ ” (رواه أحمد : 9685)

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Betapa banyak orang yang shaum tidak mendapatkan dari shaumnya kecuali lapar, dan betapa banyak orang yang qiyam (ibadah malam) tidak mendapatkan dari qiyamnya kecuali begadang” (H.r. Ahmad : 9685).

Semoga kita terhindar dari amalan yang hampa, agar kita tidak termasuk orang yang bangkrut di Akhirat kelak. Mari jaga dengan ucapan dan tindakan yang baik.

Semoga bermanfaat.

Wassalam,
Akhukum
~ HM ~

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB