PUSAT ZAKAT UMAT LAZ PERSATUAN ISLAM TELAH DIAUDIT DAN KEMBALI MENDAPATKAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN

Audit laporan keuangan bagi Lembaga Amil Zakat atau LAZ merupakan suatu keharusan sebagai bentuk kepatuhan hukum terhadap Undang-Undang nomor 23 tahun 2011 Pasal 19 yang menyatakan bahwa LAZ wajib melaporkan pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang telah diaudit kepada BAZNAS secara berkala. Adapun mengenai pelaporan ini dijelaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun pasal 75 bahwa audit keuangan harus dilakukan oleh Akuntan Publik.

Auditor melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia yang mengharuskan mereka mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan penyajian material, baik dikarenakan kecurangan maupun kesalahan. Audit juga mengevaluasi kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen serta penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Pusat Zakat Umat sebagai Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam untuk Laporan Keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2017, telah diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik Prof.Dr.H. Tb. Hasuddin, M.Sc. dan Rekan selama 40 (empat puluh) hari kerja dan Alhamdulillah sebagaimana tahun sebelumnya, PZU kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP) dan Sesuai Standar Akuntansi Indonesia.  Laporan Auditor menyatakan bahwa Laporan Keuangan PZU telah menyajikan secara wajar dalam semua hal material, posisi keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, kinerja keuangan dan arus kas.

Adapun pemeriksaan ini diantaranya mencakup pemeriksaan atas Aset PZU Pusat dan Laporan Pendapatan PZU di tahun 2017 yang mencakup Laporan Zakat Fitrah dan Sedekah Qurban yang disampaikan oleh Pimpinan Cabang Persatuan Islam di seluruh Indonesia, akan tetapi sayang sekali hanya sekitar 24% saja yang melaporkan di tahun 2017. Sebagai LAZ tingkat nasional PZU masih dihadapkan kepada tantangan dalam hal capaian penghimpunan dana yang diharapkan mencapai Rp. 50 Milyar per tahun yang auditable dan dapat dipertanggngjawabkan.

Kami meyakini bahwa potensi ZIS di jamiyyah Persatuan Islam sangatlah besar target Rp. 50 Milyar Insya Allah merupakan hal yang mudah akan tetapi tantangan pengadministrasianlah yang perlu ditemukan solusinya. Upaya untuk konsolidasi Zakat nasional telah dilakukan dengan dilaksanakannya acara Seminar Zakat Nasional dan Bimbingan Teknis Pelaporan ZIS yang dilaksanakan Bulan Mei silam di Hotel Antik Soreang. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diharapkan di tahun 2018 ini dapat meningkatkan partisipasi pelaporan pengumpulan dan pendistribusian ZIS sebesar 85% di seluruh Jamiyyah Persatuan Islam dan dapat diaudit kembali oleh Akuntan Publik.

Opini Auditor ini menunjukkan bahwa pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah di Jamiyyah Persatuan Islam telah dilakukan sesuai standar dan PZU telah mempertanggungjawabkan kinerja keuangan khususnya kepada BAZNAS, para donatur dan masyarakat luas. Pertanggungjawaban ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan berbagai pihak sehingga dapat terjalin kemitraan dengan lebih erat lagi. Wallahu’alam bish showab.

 

oleh

Siti Zayyini Hurun’in,M.E.Sy

Direktur Keuangan dan Sumber Daya PZU Pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *