MACAM-MACAM ZAKAT

Oleh:
Pusat Zakat Umat

 

Secara global, zakat terbagi dua, yaitu zakat fitrah (jiwa) dan zakat maal (harta).

  1. ZAKAT FITRAH

Zakat Fitrah/Zakat Badan adalah zakat yang wajib dikeluarkan satu kali dalam setahun oleh setiap muslim mukallaf (orang yang dibebani kewajiban oleh Allah) untuk dirinya sendiri dan untuk setiap jiwa yang menjadi tanggungannya. Jumlahnya sebanyak satu sha’ (l.k 3,5 liter/2,5 Kg) perjiwa, yang didistribusikan pada tanggal 1 Syawal setelah Salat Subuh, sebelum Salat Iedul Fitri.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ r زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ (البخاري: 1407)

Rasulullah r  mewajibkan zakat fitrah berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ tepung kepada kaum muslimin, baik hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, yang kecil maupun dewasa. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat (idul fitri). [Bukhari: 1407]

  1. ZAKAT MAAL

Jenis-jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya (obyek zakat) ada beberapa macam, yaitu:

a. Harta Simpanan (Emas, Perak, Uang Tunai, Tabungan, Deposito)

Harta yang termasuk harta simpanan, ialah emas, perak, uang, baik tunai maupun dalam bentuk tabungan atau deposito yang telah dimiliki  selama setahun (haul) dengan jumlah minimal senilai 90 gram emas atu 600 gram perak. Nilai zakat yang harus dikeluarkannya ialah sebesar 2.5%. Perhatikanlah keterangan-keterangan di bawah ini:

إِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيْهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَ لَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ – يَعْنِيْ فِي الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُوْنَ لَكَ عِشْرُوْنَ دِيْنَارٍ

“Bila kau mempunyai 200 dirham dan sudah cukup masanya setahun (haul), maka zakatnya adalah 5 dirham (2,5%). Dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar”. (HR Abu Daud)

Diberitakan oleh Ibnu Hazm dari Jarir Ibn Hazim dari Ali, bahwa Nabi Saw. bersabda:

وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ حَتَّى يَكُوْنَ –يَعْنِي فِيْ الذَّهَبِ – لَكَ عِشْرُوْنَ دِيْنَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُوْنَ دِيْنَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فِيْهَا نِصْفُ دِيْنَارٍ فَمَا زَادَ فَحِسَابِ ذَلِكَ

“Tidak atas engkau sesuatu sehingga nilai emas itu 20 dinar. Apabila engkau memiliki 20 dinar dan telah sampai setahun kau miliki, maka zakatnya setengah dinar, dan yang lebih sesuai perhitungannya.” (Al-Muhalla 6: 68)

b. Perhiasan Emas dan Perak

Setiap perhiasan emas dan perak yang dimiliki oleh seseorang, wajib dikeluarkan zakatnya, berapapun beratnya. Jadi, setiap orang yang membeli perhiasan dari emas atau perak wajib mengeluarkan zakatnya 2,5% sebelum dipakai. Berdasarkan sebuah hadits diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ad-Daruquthni, disahihkan oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahaby, menurut Syarah Bukhari-Muslim dari Abdullah Ibnu Syidad Ibn Al-Had:

دَخَلْنَا عَلَى عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ فَقَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ ص فَرَأَى فِيْ يَدِي سِخَابًا مِنْ وَرِقٍ فَقَالَ: أَتُؤَدِّيْنَ زَكَاتَهُ؟ فَقُلْتُ: لاَ, أَوْ مَا شَاءَ اللهُ تَعَالَى. فَقَالَ: هُوَ حَسْبُكِ مِنَ النَّارِ

“Aku masuk ke rumah Aisyah Ummul mu’miniin Beliau berkata: Rasulullah masuk ke rumahku, beliau melihat di tangan ku ada cincin dari perak, beliau bersabda: Apakah engkau keluarkan zakatnya? Aku menjawab, tidak!, atau Maa Syaa Allah Ta’ala. Nabi SAW bersabda: Dia menjadi sebab engkau masuk neraka.” (HR Abu Daud dan Ad-Daruquthni)

c. Pertanian

Segala  macam hasil bumi baik berupa padi (pertanian), buah-buahan, dan sayur-mayur (perkebunan), wajib dikeluarkan zakatnya sebagai zakat hasil bumi.

Hasil bumi wajib dikeluarkan zakatnya jika sudah mencapai nishab, yaitu 5 wasaq (650 Kg). Adapun kadar zakatnya ada dua macam, yaitu; Pertama, Jika pengairannya alamiah (oleh hujan atau mata air) maka kadar zakatnya adalah 10%. Kedua, Jika pengairannya oleh tenaga manusia atau binatang sebanyak 5%. Perhatikanlah dalil-dalil di bawah ini.

لَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ خَمْسَةٍ أَوْسَاقٍ مِنْ تَمْرٍ وَلاَ حَبٍّ صَدَقَةٌ

Rasulullah SAW bersabda: “Kurma ataupun biji-bijian yang  jumlahnyag kurang dari 5 wasaq (650 Kg) tidak ada zakatnya” (H.R. Muslim)

 

فِيْمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَالأَنْهَارُ وَالْعُيُوْنُ أَوْ كَانَ بَعْلاً الْعُشْرُ, وَفِيْمَا سُقِيَ بِالسَّوَانِيْ أَوْ النَّضْحِ, نِصْفُ الْعُشْرِ

Rasulullah SAW bersabda:“Yang diairi oleh air hujan, mata air, atau air tanah, zakatnya 10%. Adapun yang diairi oleh penyiraman, zakatnya 5%”. (HR Abu Daud)

Adapun waktu pengeluaran zakat hasil bumi adalah ketika dipanen, sebagaimana keterangan dalam Al-Quran Surat Al-An’am 141: “… dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)…

d. Ma’adin (Barang Galian)

Ma’adin (barang galian) adalah segala yang dikeluarkan dari bumi yang berharga, seperti, timah, besi, emas, perak, dll. Adapula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ma’adin itu ialah segala sesuatu yang dikeluarkan (didapatkan) oleh seseorang dari laut atau darat (bumi), selain tumbuh-tumbuhan dan makhluk bernyawa.

Zakat Ma’adin dikeluarkan setiap mendapatkannya tanpa nishab, kadar zakatnya adalah 2,5%. Perhatikanlah dalil di bawah ini:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص أَخَذَ مِنَ الْمَعَادِنِ الْقَبَلِيَّةِ الصَّدَقَةَ

“Sesungguhnya Rasulullah SAW mengambil zakat dari barang tambang di Qobiliyah (nama suatu tempat)”. (HR Abu Daud)

إِنَّ عُمَرَابْنَ عَبْدِ الْعَزِيْزِ أَخَذَ مِنَ الْمَعَادِنِ مِنْ كُلِّ مِائَتَيْنِ خَمْسَةً

“Sesungguhnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah mengambil zakat ma’adin sebanyak lima dari tiap-tiap dua ratus 2,5%.” (HR Bukhari)

e. Rikaz

Rikaz adalah harta (barang temuan) yang sering dikenal dengan istilah Harta Karun. Tidak ada nishab dan haul, besar zakatnya sebanyak 20% dari nilai temuan.

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيْ كَنْزٍ وَجَدَهُ رَجُلٌ فِيْ خِرْبَةٍ: إِنْ وَجَدْتَهُ فِيْ قَرْيَةٍ مَسْكُوْنَةٍ فَعَرِّفْهُ وَ إِنْ وَجَدْتَهُ فِيْ قَرْيَةٍ غَيْرَ مَسْكُوْنَةٍ فَفِيْهِ وَفِيْ الرِّكَازِ الْخُمُس (رواه ابن ماجة)

“Sesunguhnya Nabi SAW bersabda mengenai harta kanzun (simpanan lama) yag didapatkan seseorang di tempat yang tidak didiami orang: Jika engkau dapatkan harta itu di tempat yang didiami orang, hendaklah engkau beritahukan, dan jika engkau dapatkan harta itu di tempat yang tidak didiami orang, maka di situlah wajib zakat, dan pada harta Rikaz, zakatnya 1/5”. (HR Ibnu Majah)

Maksud dari hadits di atas adalah barangsiapa yang mendapatkan dalam suatu penggalian harta simpanan orang bahari atau menemukannya di suatu desa yang tidak didiami orang, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 1/5 atau 20%. Zakat  Rikaz dikeluarkan oleh penemunya sekali saja, ketika ia menemukan rikaz tersebut.

f. Peternakan

Yang dimaksud binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah apa yang di dalam bahasa Arab disebut Al-An’am, yakni binatang yang dipelihara untuk diambil manfaatnya. Binatang-binatang tersebut adalah: Unta, kambing/biri-biri, sapi/kerbau.

فِيْ كُلِّ إِبِلٍ سَائِمَةٌ فِيْ كُلِّ أَرْبَعِيْنَ اِبْنَةُ لَبُوْنٍ

“Setiap unta yang digembalakan, zakatnya setiap 40 ekor adalah seekor anak unta betina yang selesai menyusu”. (HR Ahmad, Nasa’i, Abu Daud)

وَفِيْ الغَنَمِ فِيْ أَرْبَعِيْنَ شَاةٍ شَاةٌ, فَإِنْ لَمْ يَكُنْ إِلاَّ تِسْعٌ وَ ثَلاَثُوْنَ فَلَيْسَ عَلَيْكَ فِيْهَا شَيْءٌ

“…dan pada kambing yang digembalakan, bila ada 40 ekor, zakatnya seekor kambing. Jika hanya punya 39 ekor, maka tidak terkena kewajiban zakat”. (HR Abu Daud)

Zakat ternak ini dikeluarkan setiap tahun dan apabila telah mencapai nishab.  Untuk lebih jelasnya mengenai zakat ternak ini, bisa dilihat pada tabel berikut.

TERNAK UNTA

NISHAB

ZAKAT

Setiap 5 ekor1 ekor kambing
25-35 ekor1 ekor unta betina berumur 1 tahun
36-45 ekor1 ekor unta jantan berumur masuk tahun ke-3
46-601 ekor unta betina berumur masuk tahun ke-4
61-75 ekor1 ekor unta betina berumur masuk tahun ke-5
76-90 ekor2 ekor unta jantan berumur masuk tahun ke-3
91-120 ekor2 ekor unta betina yang sudah keluar air susunya

Catatan:

  1. Kurang dari 5 ekor, tidak wajib zakat.
  2. Lebih dari 120 ekor, setiap 40 ekor, zakatnya satu ekor unta jantan berumur masuk tahun ke-3, dan untuk setiap 50 ekor, zakatnya sebanyak satu ekor unta betina berumur masuk tahun ke-4.

 

TERNAK SAPI/KERBAU

NISHAB

ZAKAT

Setiap 30 ekor1 ekor sapi/kerbau berumur 1 tahun
Setiap 40 ekor1 ekor sapi/kerbau berumur 2 tahun

 

TERNAK KAMBING/DOMBA/BIRI-BIRI

NISHAB

ZAKAT

40-80 ekor1 ekor kambing/domba/biri-biri
121-200 ekor2 ekor kambing/domba/biri-biri
201-300 ekor3 ekor kambing/domba/biri-biri
Setiap 301 >Ditambah 1 ekor setiap pertambahan 100 ekor

g. Tijarah

Ketentuan zakat ini adalah tidak ada nishab. Zakat Tijarah diambil dari modal (harga beli)/dari modal barang yang terjual sebesar  2,5%.

Adapun waktu pembayaran zakatnya, bisa ditangguhkan hingga satu tahun, atau dibayarkan secara periodik (bulanan, triwulan, atau semester) setiap setelah belanja, atau setelah diketahui barang yang sudah laku terjual. Zakat yang dikeluarkan bisa berupa barang dagangan atau uang seharga barang tersebut.

يَا مَعْشَرَ التُجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلْفُ فَشَوِّبُوْهُ بِالصَّدَقَةِ

Rasulullah SAW bersabda:“wahai para pedagang, sesungguhnya jual-beli itu selalu dihadiri (disertai) kemaksiatan dan sumpah oleh karena itu kamu wajib mengimbanginya dengan sedekah (zakat)”. (HR Ahmad)

كَانَ يَأْمُرُنَا أَنْ نُخْرِجَ الصَّدَقَةَ مِنَ الَّذِيْ نُعِدُّهُ لِلْبَيْعِ

“Adalah Rasulullah SAW menyuruh kami mengeluarkan zakat dari apa yang telah disediakan untuk dijual”. (HR Abu Daud)

Umar bin Khattab selaku khalifah berkata kepada seorang bernama Hamas yang berdagang kulit dan sarung anak panah: “Keluarkan zakat hartamu (barang dagangan)!” Maka Hamas pun berkata:”Sesungguhnya aku tidak mempunyai harta melainkan sarung-sarung anak panah dan kulit-kulit”. Umar kemudian berkata: ”Taksirlah harganya, dan keluarkan zakatnya.

Wallahu A’lam bis Shawab,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *