Kunjungan dan tausyiah Ketua umum Persatuan Islam di lokasi Huntara Lombok.

Lombok, pzu.or.id. Seperti kita ketahui bahwa telah terjadi gempabumi  dengan kekuatan M7,7 pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB,  kedalaman 10 km, yang diawali dengan kejadian gempa bumi awal dan diikuti oleh serangkaian kejadian gempa bumi susulan di daerah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Korban meninggal dunia akibat rangkaian gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 564 orang. Alhamdulillah kondisi berangsur pulih berkat bantuan dari para donatur melalui Pusat Zakat Umat (PZU)hingga berdirinya 26 HUNTARA (Hunian sementara), 6 Mushola, dan 4 MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Sabtu, 12 Januari 2019 , Ketua Umum PERSIS beserta jajarannya mengunjungi lokasi hunian Sementara daerah bencana lombok sekaligus tausiah dan  peresmian bantuan yang diamanatkan donatur kepada PZU.

Dalam tausiahnya beliau menyampaikan  “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTB, adalah musibah kami juga, Karena sesama muslim ibarat satu tubuh, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, tapi dengan didasari niat yang ikhlas.   Musibah menunjukkan kekuasaan Allah, Apapun musibah yg menimpa diri kita adalah untuk menyadarkan manusia bahwa Allah maha berkuasa atas segala sesuatu. Bagi orang muslim, ketika ditimpa musibah kita harus bersabar, ketika diberi nikmat harus bersyukur. Musibah itu ujian, supaya kita tambah bersyukur.  Bagi korban yg meninggal semoga syahid,  Bagi yang kehilangan harta benda semoga diganti Allah dengan yang lebih baik.  Musibah itu ada dua jenis, yaitu  Musibah fisik dan musibah fiddin. 

Musibah fisik adalah musibah yang menimpa raga, musibah fiddin seperti maraknya kemaksiatan , kemusyrikan, rusaknya ahlak, dan moral. Musibah yang berat sedang melanda negeri seperti KKN, perzinahan jika tidak bertaubat maka akan mengundang azab Allah. Oleh karena itu kita harus senantiasa selalu ingat kepada Allah, karena  bagi Allah sangat mudah untuk memberi nikmat maupun musibah kepada umatnya.

Setelah acara tausiah dilakukan juga prosesi pelepasan 1 orang dai yang akan bertugas selama 1 tahun disana. Agenda selanjutnya, ahad, 13 Januari adalah kunjungan ke Desa Sembalun, agenda silaturahmi dan tausyiah  oleh Ketum PP. Persis. Sekaligus dilaksanakan simbolis penyerahan bantuan berupa buku-buku untuk perpustakaan dan bantuan lainnya yang berasal dari donatur Pusat Zakat Umat.  (LIVE REPORT, Aep Saefullah)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *