BILA MUSIBAH DATANG II

Oleh:
Ust. Ahmad Solihin, S.Th.I

Sebagaimana halnya hujan yang turun dari langit, adakalanya kita merasa kesal dengan turunnya hujan. Namun, ternyata banyak manfaat yang ditimbulkan hujan. Demikian juga halnya dengan kejadian gempa, tsunami, angin topan, erupsi gunung, dan lain sebagainya, semuanya adalah bagian dari fenomena alam yang akan dialami oleh manusia dan pasti memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Misalkan, dari sebulan atau enam bulan pengaruh letusan gunung berapi bisa menghasilkan jutaan kibik pasir yang akan dimanfaatkan manusia  selama puluhan tahun. Belum lagi manfaat yang berkaitan dengan kesuburan tanah dan berbagai manfaat lainnya bagi manusia.

Denagn semua itu, yang terpenting bagi setiap muslim ialah menerimanya dengan penuh keimanan dan jangan sampai terjebak dalam dosa syirik.  Jangankan kejadian yang besar, dengan kejadian yang kecil pun, jika tidak diterima dengan keimanan, maka akan menggiring manusia untuk kufur terhadap Allah. Hal tersebut Allah sebutkan dengan memberikan ilustrasi dua sikap manusia dengan perumpamaan yang Allah berikan berupa nyamuk.

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS Al-Baqarah [2]: 26)

Kebaikan yang Allah berikan kepada kita, sambut dengan syukur. Adapun kesulitan yang dihadapi, terimalah dengan kesabaran. Inilah sikap seorang mukmin, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Shahabay Shuhaib, beluai bersabda, “Sangat menakjubkan perkara orang mukmin, semua perkaranya baik. Tidaklah dimiliki sifat ini melainkan oleh orang mukmin. Jika dia ditimpa kesenangan, ia bersyukur. Maka itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesengsaraan, dia bersabar. Maka itu baik bagi dia”.

Ketika sebuah musibah diterima dengan berburuk sangka kepada Allah dan diikuti dengan syirik, maka bisa jadi musibah yang diterima tersebut akan berubah menjadi azab. Untuk itu, renungkanlah firman Allah dalam surat al-An’am ayat 65, yaitu “Katakanlah: ‘Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)’.”

Wallah A’lam bis Shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *