AYO BERZAKAT

Oleh:
Ust. Ahmad Solihin

1. KEWAJIBAN ZAKAT

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, tentu saja status hukumnya sama dengan rukun Islam yang lainnya, yaitu wajib. Perintah ibadah zakat dalam al-Qur’an senantiasa didahului dengan fiil amer (kata kerja perintah) dari “aataa – yu’tii – iitaa-an”. Tercatat ada 8 ayat yang menunjukkan perintah ibadah zakat tersebut, yaitu dalam Surat al-Baqarah ayat 43, 83, dan 110; Surat An-Nisa ayat 77; Surat al-Hajj ayat 78;  an-Nur ayat 56; Surat al-Mujadilah ayat 13; dan  Surat al-Muzzammil ayat 20.

Semua ayat-ayat yang memerintahkan zakat senantiasa digandengkan dengan perintah salat, dengan firman-Nya, “wa aqiimush shalaata wa aatuz zakaata” (dirikanlah salat dan bayarlah zakat).  Hal ini semakin menegaskan  kemahdhahan  ibadah zakat. Yang  tidak dapat dilaksanakan kecuali harus berdasarkan bimbingan wahyu yang dibawa oleh Rasulullah Saw.

Zakat merupakan ibadah mahdhah, bukan hanya sekedar mengeluarkan harta lalu dibagikan kepada mustahik. Tapi pelaksanaan ibadah zakat harus didasari dengan keimanan dan ketaatan dalam melaksanakan ketentuan Allah. Seorang berzakat bukan semata-mata karena ia memiliki harta yang banyak, karena tidak setiap jenis harta dikenai kewajiban zakat; bukan pula karena kasihan atau iba melihat orang yang sedang kesulitan, karena sekiranya tidak ada orang yang kesusahan pun, ketika harta yang dimiliki sudah termasuk wajib dizakati, maka ia harus membayar zakat.

 2. DIMENSI KEWAJIBAN ZAKAT

  • Dari segi waktu, hukum zakat adalah wajib pelaksanaannya, termasuk kategori wajib mudayyaq, yaitu wajib di mana waktu pelaksanaannya dan penunaiannya dibatasi oleh waktu seperti zakat fitrah, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas berkata : “bahwa Rasulullah sudah mewajibkan zakat fitri yang fungsinya untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan keji dan kotor yang dilakukannya sewaktu mereka shaum dan untuk menjadi makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri itu sebelum salat Idul Fitri, maka ia diterima sebagai zakat dan barang siapa yang menunaikan zakat fitri sesudah salat Idul fitri, maka pemberiannya itu diterima sebagai sedekah biasa”. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
  • Dari segi tertentu atau tidaknya kewajiban yang dituntut, zakat adalah hukumnya termasuk kategori wajib mu’ayyan, yaitu kewajiban yang dituntut hanya satu saja, tidak ada pilihan terhadap kewajiban lainnya. Zakat sebagai pilihan satu-satunya yang harus ditunaikan oleh setiap muslim.
  • Dari segi ukuran dan kriteria, zakat termasuk wajib yang sudah ada ketentuan dari agama tentang ukuran. Agama telah menetapkan jenis-jenis harta benda yang terkena zakat, nishab-nya (jumlah harta benda yang terkena zakat), haul-nya (jatuh tempo mengeluarkan zakat), dan juga kadarnya (berapa persen harta benda yang dizakati), seperti untuk zakat emas nishab- menurut Imam Abu hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bahwa nishab emas adalah 20 Misqal setara dengan 85 gr dan kadar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %.
  • Dari segi subjek atau siapa yang wajib melakukannya, wajib zakat termasuk wajib ‘aini, yaitu wajib yang ditunjukkan kepada siapa secara individu sehingga siapa pun yang meninggalkan kewajiban itu berdosa dan akan mendapat hukuman. Hadits menjelaskan bahwa : “Ketika seorang perempuan (bersama anaknya) datang kepada Nabi saw., dan di tangan anaknya ada sepasang gelang emas. Nabi bersabda kepadanya: “Sudahkah engkau berikan zakatnya?”. Orang itu menjawab :”Tidak”. Nabi bersabda kepadanya: “Apakah engkau senang kalau Allah memberimu gelang dari api kelak di Hari Kiamat?”. Kemudian perempuan itu melepas gelangnya dan menyerahkannya kepada Nabi saw. Seraya berkata: “Ini hak (untuk) Allah dan Rasul-Nya”. (HR Abu Daud)

 3. POTENSI ZAKAT DI INDONESIA

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), disebutkan  bahwa dari Rp 217 triliun potensi zakat di Indonesia, yang baru terserap dan dikelola oleh lembaga amil zakat sebesar Rp 2,73 triliun atau hanya sekitar satu persen.

Menurut pakar zakat, Prof Didin Hafidhuddin, penerimaan zakat di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Ini terlihat pada tahun 2011 jumlah penerimaan sebesar Rp 1,7 triliun. Nilai ini meningkat di tahun 2012 menjadi Rp 2,73 triliun. “Baznas mendorong agar zakat ini terus berkembang, target penerimaan pada 2015 meningkat menjadi lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi zakat yang belum tergali masih sangat banyak. Maka hal ini menuntut keseriusan dari para amil zakat untuk lebih meningkatkan lagi proses advokasi dan edukasi zakat. Dan tentu saja proses tersebut tidak berdiri sendiri hanya pada aspek penghimpunan saja, melainkan harus terintegrasi dengan aspek pengelolaan dan pendayagunaannya. Dan yang terpenting adalah proses “da’wah zakat” kepada umat bahwa zakat itu semata-mata merupakan ibadah, ketataatan kepada Allah Swt.

4. SEMANGAT BERZAKAT

Zakat termasuk salah satu dari rukun Islam yang lima. Karenanya setiap muslim harus berusaha mewujudkan ibadah zakat dalam rangka menyempurnakan ke-Islamannya. Inilah kiranya, kenapa perintah zakat didahului oleh kata “aataa – yu’tii – iitaa-an” yang artinya mendatangi atau mendatangkan. Maksudnya sebagai seorang muslim harus pro aktif dalam menunaikan kewajiban zakat ini.

Karenanya, Allah memerintahkan kepada kita untuk mencari rezeki, karunia Allah yang tersebar luas di muka bumi. Perintah mencari rezeki ini adalah untuk kemaslahatan dan keberlangsungan hidup manusia di bumi, bahkan kita diperintah untuk sungguh-sungguh dalam mencari rezeki ini selama tidak melalaikan dari mengingat Allah. Bukankah dalam lantunan do’a pun yang pertama kita minta kepada Allah itu adalah kebahagiaan dan kesuksesan di dunia (fid dun-ya hasanah). Maka, pantaslah Allah memerintahkan pula kepada kita untuk menyisihkan dari yang kita peroleh di dunia tersebut untuk meraih kebahagiaan di akhirat, di antaranya ialah dengan ibadah zakat. Dan ingat, yang Allah tetapkan dari zakat itu hanya sedikit dari apa yang kita peroleh di dunia.

 5. TUNTUNAN ZAKAT SECARA JAM’IYYAH

Ayo Berzakat, karena zakat merupakan salah satu rukun Islam yang dengannya maka sempurnalah ke-Islaman kita. Ayo Berzakat dan azam-kan bahwa diri kita mampu untuk bisa berzakat. Ayo Berzakat dan niatkan semata-mata untuk meraih keridhaan Allah, dengan niat yang tulus dan kuat, insya Allah kita akan diberi kemampuan untuk menunaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *